Tak Perlu Registrasi Untuk Dapat Diskon Tarif Listrik 50 Persen
- 06 Jan 2025 19:17 WIB
- Sendawar
KBRN, Sendawar : Pemerintah memberikan diskon listrik pada periode Januari-Februari, sebagai stimulus ekonomi atas pemberlakuan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12 persen untuk kategori barang dan jasa mewah mulai awal tahun 2025 ini.
Meski begitu, promo ini berlaku secara terbatas sehingga tidak semua pelanggan PLN bisa mendapatkannya atau hanya berlaku bagi pelanggan kategori rumah tangga.
Manajer PT PLN ULP Melak, Dhudik Arief Hadiyanto, menjelaskan bahwa mekanisme diskon ini diberikan bagi pelanggan rumah tangga dengan daya listrik 450, 900, 1.300 dan 2.200 VA.
“Nah kriterianya, pelanggan tidak perlu lagi registrasi atau verifikasi lainnya, sudah bisa langsung menikmati diskon tarif listrik tersebut,” kata Dhudik, kepada RRI Sendawar, Senin (6/1/2025).
Berikutnya lanjut Dhudhik, bagi pelanggan paskabayar pemotongannya akan dilakukan pada saat membayar bulanan. Yakni untuk periode Januari tagihannya di bulan Februari. Demikianpun yang bulan Februari, tagihannya di bulan Maret, langsung dilakukan pemotongan diskon 50 persen.
Sementara untuk pelanggan prabayar atau voucher, pembelian dibatasi sesuai jam nyala maksimal pada daya yang terpasang di masing-masing pelanggan.
“Jadi ada jam nyala maksimal di masing-masing daya terkontrak di meter pelanggan,” ucap Dhudik.
Lanjut dijelaskan, untuk pelanggan dengan daya listrik 450 VA. Itu jam nyalanya di 324 Kwh, setara dengan 720 jam atau perbulannya maksimal Rp67.230.
Kemudian pelanggan dengan daya 900 VA maksimal pembelian token 648 kWh, setara 720 jam nyala atau Rp 438.048 per bulan.
Selanjutnya Daya 1300 VA maksimal pembelian token 936 kWh, setara 720 jam nyala atau Rp 676.119 per bulan. Berikutnya, pelanggan dengan daya listrik 2200 VA, maksimal pembelian token 1.584 kWh, setara 720 jam nyala atau Rp 1,15 juta per bulan.
“Nah itu token yang bisa dibeli selama program diskon ini berjalan, periode Januari sampai Februari, sesuai dengan jam nyala maksimal,” ungkapnya.
Menurut Dhudhik, diskon yang untuk prabayar/voucher ini bukan dipotong pada harganya, melainkan penggandaan dalam bentuk kWh, setiap pembelian token listrik.
“Contoh ya, misalkan daya 1.300 VA, kemudian beli voucher yang Rp100 ribu. Biasanya kan hanya dapat 67,55 kWh kan, nah di masa periode diskon tarif listrik ini, bisa dapat dua kalinya atau sekitar 130 kWh sekian, gitu,” pungkas Dhudhik Arief Hadiyanto.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....