Protes Jalan Rusak, Warga Bentian Besar Portal Truk Sawit
- 30 Jan 2025 22:01 WIB
- Sendawar
KBRN, Sendawar: Warga kecamatan Bentian Besar, kabupaten Kutai Barat (Kubar) Kalimantan Timur, menutup akses jalan umum bagi kendaraan kelapa sawit. Aksi ini dilakukan warga di kampung Dilang Puti, sejak Rabu kemarin hingga Kamis (30/1/2025).
Blokade truk sawit itu terpaksa dilakukan masyarakat sebagai bentuk protes atas kerusakan jalan yang ditengarai akibat dilalui armada kelapa sawit.
"Mulai hari ini, CPO dan truk sawit kami stop. Kami gabungan pemuda pemudi karang taruna Bentian Besar, menyetop kegiatan trus sawit sampai jalan kami diperbaiki," ujar sejumlah pemuda saat menutup jalan sambil membentangkan spanduk di jalan yang rusak parah.
Salah satu warga Bentian Besar, Tius, mengatakan kerusakan jalan trans Kalimantan ini mulai terjadi dari Simpang Kalteng sampai perbatasan Kaltim-Kalteng, dengan jarak ratusan kilometer.
Ironisnya, perusahaan kelapa sawit menggunakan jalan umum di wilayah setempat tidak peduli. Akibatnya, kerusakan makin parah dan menghambat mobilitas masyarakat.
"Dulu, kerusakannya hanya di Gunung Lantuq dan Gunung Odang. Tapi sekarang, kerusakan sudah meluas ke titik-titik lainnya," kata Tius.
Menurut Tius, banyak kecelakaan terjadi akibat kerusakan jalan tersebut. Bahkan kendaraan umum kerap mengantre berjam-jam di jalan saat musim hujan.
"Kami harus antri hingga empat jam atau lebih, bahkan ada yang terpaksa menginap di jalan," ucap Tius.
Selain itu, bus Damri yang biasanya mengantar warga ke sejumlah kampung sudah tidak bisa lewat lagi. Hal ini sangat mempengaruhi mobilitas warga, terutama bagi mereka yang membutuhkan akses ke fasilitas kesehatan atau kegiatan penting lainnya.
Perbaikan jalan, lanjut Tius memang dilakukan pemerintah, namun hanya bertahan beberapa bulan dan rusak lagi karena dilintasi kendaraan dengan tonase melebihi kapasitas jalan.
"Perbaikan memang sudah dilakukan, tetapi tidak ada pondasi yang kuat, seperti batu keras yang dihamparkan. Jalan pun cepat rusak lagi," jelasnya.
Warga setempat berharap agar perusahaan yang menyebabkan kerusakan jalan ini bertanggung jawab dan memperbaiki jalan dengan serius.
"Kami hanya berharap jalan kami diperbaiki dengan baik. Kami tidak masalah jika perusahaan lewat jalan mereka sendiri, tapi jalan umum ini harus bisa digunakan dengan layak oleh masyarakat," tegas Tius.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....