Pak Presiden, Puluhan Tahun Kami Tak Pernah Nikmati Jalan Mulus

  • 22 Nov 2024 07:53 WIB
  •  Sendawar

KBRN, Sendawar : Sudah 25 tahun Kutai Barat (Kubar), sejak pemekaran dari Kabupaten Kutai, tahun 1999 sampai tahun 2024 ini, masyarakat setempat masih mengeluhkan kondisi jalan Nasional trans Kalimantan atau poros dari Ibu Kota Kabupaten Kubar menuju Kutai Kartanegara (Kukar).

Bahkan kebanyakan warga Kutai Barat, memilih lewat jalur 'Tol Akasia' (jalan perusahaan) dari Kecamatan Mook Manaar Bulatn (Kubar) menuju Kota Bangun (Kukar), karena dapat memangkas waktu perjalanan lebih cepat, dibandingkan melintasi jalan trans Kalimantan yang masih banyak berlubang.

"Sejak Kutai Barat ini berdiri, sampai sekarang, tidak ada yang namanya jalan ini bagus. Contoh di tahun 2021 lalu, kendaraan sampai antre di jalan karena kondisinya rusak berat. Jadi gak heran kalau sekarang, banyak mereka yang lewat seberang sana," kata Alex, Warga Jempang, Kubar, Kamis (21/11/2024)

Alex, mengaku memang sudah ada perbaikan jalan yang sudah dan tengah dilakukan saat ini. Namun belum sepenuhnya baik, terutama di wilayah Kecamatan Siluq Ngurai, Jempang, sampai Kecamatan Bongan, masih banyak jalan yang kondisinya rusak berat.

"Kalau dari tugu perbatasan Kubar menuju Kukar sana, memang bisa dikatakan mulus meski ada sedikit yang masih rusak. Tapi yang di wilayah Kubar ini, terutama dari Siluq Ngurai, Jempang sampai Bongan, parah. Berlubang dan berdebu," terang Alex.

Banyak Ruas Jalan Trans Kalimantan di Kubar yang Rusak Berat. (dok.RRI/Jaang)

Karena itu, ia meminta perhatian pemerintah. Terlebih Kutai Barat merupakan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) yang tentunya diharapkan mendapat perhatian pembangunan, tidak terkecuali soal infrastruktur jalan.

"Ya supaya betul-betul baik lah. Jangan nanti ujung sana baik, sini rusak. Perbaiki yang sini, ujung sana lagi yang rusak, begitu-begitu terus. Jadi tolong lah, terutama pak Presiden yang baru, perhatikan juga kami di Kaltim ini," harap Alex.

Tidak hanya di Kubar, lanjut Alex, juga mengharapkan perhatian pembangunan jalan sampai ke wilayah Perbatasan Indonesia-Malaysia, di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).

"Karena saudara-saudara kita dari sana, juga lewat Kubar sini kalau mau ke Samarinda. Sudah jalan mereka juga hancur menuju Kubar, nah dari Kubar ke Samarinda juga sama. Jadi mohon perhatian pemerintah," tandas Alex.

Diketahui, jalan dari Kutai Barat menuju Samarinda berjarak sekitar 315 kilometer. Sementara panjang ruas jalan dari Kubar menuju Mahakam Ulu, sekitar 143 kilometer.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....