AMAN Salurkan Ribuan Masker dan Vitamin Bagi Masyarakat Adat Terdampak Kabut Asap

  • 18 Sep 2026 14:50 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - Kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah Kutai Barat (Kubar), membuat masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak buruk kualitas udara.

Kondisi itu turut mendapat perhatian Pengurus Besar Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) bersama Pengurus Daerah AMAN Kubar. Keduanya bergerak menyalurkan ribuan masker KN95 dan paket vitamin kepada masyarakat adat di sejumlah komunitas yang terdampak paparan asap.

Koordinator Aksi Relawan, Priska mengatakan, bantuan diarahkan ke permukiman warga yang berada di wilayah dengan paparan asap cukup pekat. Penyaluran dilakukan secara langsung, termasuk dengan mendatangi rumah-rumah warga.

Tidak haya itu, menurut Priska, tim di lapangan juga melakukan pemeriksaan tekanan darah bagi warga yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan awal. Bantuan itu diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi masyarakat.

“Kualitas udara dalam beberapa hari terakhir sudah masuk kategori tidak sehat. Bantuan masker dan paket vitamin ini diberikan untuk menekan risiko infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia,” kata Priska, di sela-sela pembagian masker dan vitamin, Jumat 18 September 2026.

Bagi AMAN, penyaluran bantuan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan perlindungan diri dari asap. Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk solidaritas kepada masyarakat adat yang ikut merasakan dampak kebakaran hutan dan lahan, sekaligus perhatian terhadap kondisi lingkungan yang terdampak.

Warga Diingatkan Kurangi Aktivitas Luar Rumah

Dalam paket yang dibagikan, warga menerima masker medis dan KN95 untuk membantu menyaring partikel debu serta asap. Bantuan juga dilengkapi vitamin C dan multivitamin yang ditujukan untuk mendukung daya tahan tubuh selama kondisi udara belum kembali normal.

“Warga juga kami ingatkan agar mengurangi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker ketika harus bepergian dan mencukupi kebutuhan air putih,” ujar Priska.

Ia menyebut, penyaluran bantuan akan dilanjutkan pada tahap berikutnya. Relawan berharap masyarakat dan perusahaan turut meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran sehingga titik api dapat segera dipadamkan dan kualitas udara kembali membaik.

Ditambahkan, pada tahap pertama, bantuan disalurkan kepada enam komunitas masyarakat adat, yakni Komunitas Ohokng Sangokng di Kampung Muara Tae, Komunitas Sempekat Benuaq Dingi Tementakng di Kampung Dingin, serta Komunitas Benuaq Lawa di Kampung Lotaq.

Bantuan berikutnya akan diberikan kepada Komunitas Payakng Olau Sulikng di Kampung Payang, Komunitas Benuaq Tolant di Kampung Lambing dan Komunitas Jumetn Tuwoyatn di Kampung Jontai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....