Jalur Udara Kutai Barat Kembali Diselimuti Asap Pekat

  • 16 Sep 2026 05:24 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - Pagi hingga menjelang siang, Bandara Melalan, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), masih berjalan seperti biasa.

Pegawai menjalankan pelayanan, sementara calon penumpang satu per satu datang membawa tas dan koper, bersiap meninggalkan Kubar melalui satu-satunya jalur udara di daerah itu.

Tak ada yang tampak berbeda. Aktivitas di ruang pelayanan tetap berjalan, begitu pula persiapan penerbangan rute Balikpapan-Melak (pulang pergi), yang dijadwalkan Selasa, 15 September 2026.

Namun, memasuki siang hari, suasana mulai berubah. Langit yang sebelumnya cerah perlahan memudar. Kabut asap muncul dan semakin pekat, menutupi langit Kubar, sekaligus membuat jarak pandang di sekitar Bandara Melalan, ikut menurun.

Petugas bandara pun mulai meningkatkan pemantauan. Komunikasi dilakukan dengan petugas di Bandara Sepinggan Balikpapan, guna memastikan kondisi cuaca dan jarak pandang aman penerbangan.

Sekitar pukul 13.00 WITA, keputusan akhirnya diambil. Penerbangan rute Balikpapan-Melak, dibatalkan akibat kondisi jarak pandang yang tidak memenuhi standar keselamatan penerbangan.

“Jadi dampak kabut asap, akhirnya penerbangan dibatalkan. Kalau untuk jadwal hari Selasa ini, memang hanya rute Balikpapan-Melak saja,” kata Kepala UPBU Melalan, Bernard Repalita Purba.

Bernard mengatakan, sebelum pembatalan diumumkan, sebagian calon penumpang memang belum melakukan check-in. Sementara penumpang lainnya masih bertahan di bandara, menunggu perkembangan kondisi cuaca.

Namun, harapan untuk tetap terbang perlahan sirna. Pesawat yang ditunggu tak kunjung datang, sementara kabut asap justru semakin tebal menyelimuti langit Kutai Barat.

“Tadi memang banyak. Cuma karena ada yang tidak jadi check-in, jadi kita juga tidak bisa memastikan berapa jumlah calon penumpangnya,” ujar Bernard.

Private Jet Sempat Mendarat

Sebelum kondisi memburuk, sebuah pesawat private jet milik perusahaan sempat mendarat di Bandara Melalan. Setelah itu, kabut asap semakin menebal dari siang hingga sore hari. Jarak pandang bahkan terpantau berada di bawah satu kilometer atau 1.000 meter.

Angka itu jauh di bawah batas yang dipersyaratkan untuk penerbangan. Dengan jarak pandang yang terus menurun, aktivitas penerbangan pun tidak lagi memungkinkan untuk dilanjutkan.

“Standar kita yang bisa masuk itu kan lima kilometer atau 5.000 meter. Ini bahkan tidak sampai satu kilometer, otomatis tidak bisa,” ucap Bernard.

Kabut asap bukan sekadar mengubah warna langit. Ketika jarak pandang turun jauh di bawah standar, jalur udara yang menjadi penghubung Kubar dengan Balikpapan harus kembali terhenti.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....