Antrean Pertalite Mengular 300 Meter di Ujoh Bilang

  • 28 Agt 2026 09:47 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Mahulu - Setelah hampir sepekan terakhir Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Ujoh Bilang, ibu kota Kabupaten Mahakam Ulu, tidak beroperasi, antrean kendaraan untuk mendapatkan Pertalite kembali terjadi. Antrean pada pagi hari ini mengular hingga lebih dari 300 meter akibat terbatasnya pasokan dan tingginya harga BBM di tingkat pengecer.

Kondisi tersebut membuat masyarakat harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan bahan bakar bagi kebutuhan sehari-hari. Kelangkaan BBM juga berdampak terhadap aktivitas masyarakat yang sebagian besar masih bergantung pada kendaraan untuk mobilitas dan distribusi barang.

Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan dan menjaga ketertiban selama antrean berlangsung, kepolisian menurunkan personel gabungan. Pengamanan dilakukan dengan mengatur arus lalu lintas sekaligus memastikan proses pengisian BBM berjalan tertib.

Kapolsek Long Bagun, IPDA Rudi Hardianto mengatakan sebanyak 10 personel gabungan dari Polsek Long Bagun dan Polres Mahakam Ulu dikerahkan untuk melakukan pengamanan di lokasi antrean. Polisi juga memantau situasi agar tidak terjadi gangguan ketertiban selama masyarakat mendapatkan BBM.

“Kami menurunkan 10 personel gabungan untuk mengatur lalu lintas dan menjaga ketertiban antrean BBM. Untuk sementara, harga Pertalite di tingkat pengecer di Kecamatan Long Bagun sekitar Rp18 ribu per liter,” kata Rudi, Jumat, 28 Agustus 2026.

Antrean Panjang Warga Mahulu Untuk Mendapatkan BBM di SPBU Satu Harga. (foto: rri/imran)

Selain pengamanan, kepolisian terus memantau peredaran BBM yang diperuntukkan bagi kebutuhan masyarakat di setiap wilayah. Pemantauan dilakukan untuk memastikan distribusi tidak keluar dari kuota yang telah ditetapkan bagi masing-masing daerah.

Rudi menegaskan, pemantauan distribusi BBM akan terus dilakukan untuk menjaga ketersediaan bahan bakar bagi masyarakat. Kepolisian juga mengimbau seluruh pihak yang terlibat dalam distribusi agar mengikuti ketentuan yang berlaku sehingga pasokan BBM dapat diterima masyarakat secara tertib dan merata.

“Melalui Unit Intel, kami telah melakukan maping dan pemantaun agar tidak ada pihak lain yang mengambil keuntungan atas kondisi sulitnya pasokan BBM saat ini,” ujarnya.

Perhatian juga diberikan terhadap pengusaha yang memiliki rekomendasi usaha perdagangan dari aparatur kampung setempat. Pengawasan diperlukan agar penyaluran BBM tetap sesuai peruntukan dan tidak menimbulkan kelangkaan di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....