PCNU Mahulu Satukan Ormas Islam Gelar Shalat Istisqo
- 23 Agt 2026 12:45 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Mahulu - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Mahakam Ulu menginisiasi pelaksanaan shalat istisqo secara berjamaah dengan melibatkan berbagai organisasi kemasyarakatan Islam. Kegiatan tersebut menjadi ikhtiar bersama untuk mengakhiri musim kemarau yang telah berlangsung hampir satu bulan terakhir di wilayah perbatasan Kalimantan Timur.
Ketua PCNU Kabupaten Mahakam Ulu, Rad Dhuha mengatakan pelaksanaan shalat istisqo tidak hanya menjadi bentuk permohonan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, tetapi juga momentum mempererat persatuan antarumat Islam. Berbagai organisasi dan kelompok masyarakat diajak untuk hadir dan bersama-sama memanjatkan doa agar hujan segera turun.
"Kami ingin menunjukkan bahwa Islam merupakan rahmat bagi semua umat, sehingga berbagai kelompok masyarakat dapat bersama-sama bermunajat kepada Tuhan Yang Maha Kuasa," ujarnya, Minggu, 23 Agustus 2026.
Menurutnya, doa bersama tersebut diharapkan membawa keberkahan bagi masyarakat Mahakam Ulu yang tengah menghadapi dampak kemarau. Hujan yang turun nantinya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air sekaligus membantu memulihkan aktivitas masyarakat yang terdampak kondisi kekeringan.
"Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini dan mengajak jamaah dari beberapa masjid untuk bersama-sama berdoa agar hujan segera turun," katanya.
Pelaksanaan shalat istisqo diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dan kebersamaan dalam menghadapi kondisi kemarau. Selain melalui ikhtiar spiritual, masyarakat juga diharapkan tetap menjaga penggunaan sumber air secara bijak selama kondisi kekeringan berlangsung.
Musim kemarau di Kabupaten Mahakam Ulu mulai memberikan dampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah pemukiman masyarakat. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sebagian masyarakat menghadapi keterbatasan sumber air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Kami berharap hujan segera turun sehingga masa kekeringan dapat berakhir dan masyarakat kembali mendapatkan sumber air yang cukup," ucap Rad Dhuha.
Kemarau juga berdampak terhadap mobilitas logistik bahan pangan menuju wilayah hulu Sungai Mahakam. Penyusutan debit sungai menyebabkan distribusi barang mengalami kendala, sementara kelangkaan sejumlah kebutuhan turut mendorong kenaikan harga barang di sejumlah wilayah Mahakam Ulu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....