Komisi Irigasi Kutai Barat Prioritaskan Pemeliharaan Sembilan Daerah Irigasi
- 31 Jul 2026 08:12 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Komisi Irigasi Kabupaten Kutai Barat (Kubar), kembali menggelar Sidang Tahunan, di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kubar, Kamis 30 Juli 2026.
Sidang yang diikuti Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait tersebut, membahas pengelolaan irigasi sekaligus menyusun rekomendasi program pembangunan irigasi untuk Tahun Anggaran 2027.
Sidang dibuka Ketua Komisi Irigasi yang juga Plt. Kepala Bappelitbangda Kubar. Turut hadir Ketua Harian Komisi Irigasi yang juga Kepala Dinas PUPR Kubar, Pilip, serta narasumber dari BMKG Samarinda dan Dinas PUPR Provinsi Kaltim.
Salah satu rekomendasi yang dihasilkan dalam sidang tahunan tersebut adalah memprioritaskan kegiatan operasi dan pemeliharaan (OP) pada sembilan daerah irigasi.
Rekomendasi itu akan disampaikan kepada Bupati Kubar sebagai bahan pertimbangan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), dalam penyusunan program Tahun Anggaran 2027.
Sekretaris Komisi Irigasi Kabupaten Kubar, Efrain Imanuel, mengatakan usulan yang disampaikan peserta sidang didominasi aspirasi dari Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).
Menurutnya, sebagian besar kelompok tani mengusulkan rehabilitasi saluran irigasi yang mengalami kerusakan agar distribusi air ke lahan pertanian kembali optimal.
"Kebanyakan usulan itu kita menggunakan sistem operasi dan pemeliharaan. Bukan hanya pemeliharaan seperti tebas-tebang, tetapi juga bisa rehabilitasi ringan atau tambal sulam, supaya air tetap bisa mengalir untuk sementara," ujar Efrain.
Ia menjelaskan, mayoritas saluran irigasi telah digunakan selama bertahun-tahun sehingga mengalami kerusakan akibat gerusan air maupun endapan lumpur.
Karena itu, kegiatan operasi dan pemeliharaan dinilai menjadi langkah awal yang paling efektif sebelum dilakukan pembangunan atau peningkatan jaringan secara permanen.
Efrain menyebutkan, usulan operasi dan pemeliharaan mencakup sembilan daerah irigasi di sejumlah wilayah, di antaranya Jengan Danum, Sokaq Tada, Geleo Asa, Geleo Baru, Soka Loto, Gadur, Suka Mulio, hingga Jambu Makmur.
Seluruh lokasi dipilih berdasarkan hasil inventarisasi kebutuhan di lapangan dan usulan dari P3A.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....