Tak Lagi Salurkan Pinjaman, DPMK Kubar Fokus Beri Pelatihan Bagi Masyarakat
- 29 Jul 2026 07:15 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Kutai Barat (Kubar), berkomitmen mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat meski program bantuan modal untuk Usaha Ekonomi Masyarakat (UEM) kampung, telah dihentikan sejak 2017.
Penggerak Swadaya Masyarakat DPMK Kutai Barat, Theresia, mengatakan, saat ini, upaya pemberdayaan difokuskan melalui pendampingan dan pelatihan keterampilan bagi masyarakat.
Menurutnya, perubahan pendekatan tersebut dilakukan agar masyarakat tetap memperoleh dukungan untuk mengembangkan usaha, meskipun tidak lagi dalam bentuk pinjaman modal.
Kata Theresia, pendampingan oleh DPMK Kutai Barat, dinilai menjadi langkah penting untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola usaha secara mandiri.
“Kalau sekarang kita sudah tidak menyalurkan lagi bantuan itu, kita hanya masih penagihan. Cuma untuk pendampingannya, kita masih tetap melakukan pelatihan-pelatihan, terutama saya itu mensasarkan itu ke ibu rumah tangga,” kata Theresia, Selasa 28 Juli 2026.
Menurutnya, sasaran pelatihan lebih difokuskan kepada ibu rumah tangga, karena dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Melalui berbagai keterampilan yang diberikan, ibu-ibu rumah tangga diharapkan mampu membuka peluang usaha baru maupun menambah penghasilan rumah tangga.
Theresia menjelaskan pelatihan yang diberikan tidak hanya berupa keterampilan kerajinan tangan, tetapi juga pengolahan makanan dengan memanfaatkan potensi yang tersedia di lingkungan sekitar.
Dengan cara tersebut, masyarakat didorong agar mampu menciptakan produk bernilai ekonomi tanpa harus bergantung pada bahan baku yang sulit diperoleh.
“Jadi yang kami upayakan adalah pelatihan kerajinan. Pelatihan kerajinannya sudah kurang lebih tiga kali. Jadi ada kerajinan, ada juga masak-memasak. Jadi kita lebih memanfaatkan apa yang ada di sekitar rumah atau sekitar kampung itu. Dalam artian, yang biasanya terbuang sia-sia, tapi kita gunakan,” ujarnya.
Selain meningkatkan keterampilan, DPMK Kubar, juga terus melakukan pemantauan terhadap peserta yang telah mengikuti pelatihan. Evaluasi tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan usaha sekaligus mengetahui jenis pendampingan lanjutan yang masih dibutuhkan masyarakat.
Theresia berharap pola pemberdayaan melalui pelatihan dan pendampingan mampu melahirkan pelaku usaha baru di tingkat kampung. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat ekonomi masyarakat, meski program pinjaman modal UEM sudah tidak lagi dijalankan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....