SD Integral Hidayatullah Mahulu Padukan Kurikulum Agama dan Pendidikan Umum

  • 14 Jun 2026 22:05 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Mahulu - Pondok Pesantren Hidayatullah Kabupaten Mahakam Ulu terus mengembangkan sistem pendidikan berbasis pemahaman agama yang dimulai sejak jenjang pendidikan dasar. Melalui metode pembelajaran yang sederhana dan mudah diterapkan, lembaga tersebut berupaya membentuk karakter peserta didik yang berakhlak sekaligus memiliki kemampuan akademik yang baik.

Penerapan sistem pendidikan tersebut dilakukan di SD Integral Hidayatullah yang mengombinasikan pembelajaran keagamaan dengan mata pelajaran umum. Konsep ini diharapkan mampu memberikan bekal yang seimbang antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman sejak usia dini.

Pembina Yayasan Ponpes Hidayatullah Mahakam Ulu, M. Taufiq mengatakan pendekatan pembelajaran yang diterapkan dirancang agar mudah dipahami dan dipraktikkan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pendidikan agama menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda.

“Kami terus memberikan sistem pendidikan berbasis pemahaman agama sejak tingkat dasar dengan metode yang mudah diterapkan kepada peserta didik, sehingga mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya, Kamis, 14 Juni 2026.

M. Taufiq menegaskan bahwa orang tua murid tidak perlu khawatir terhadap kualitas pendidikan di SD Integral Hidayatullah. Menurutnya, keseimbangan antara pelajaran agama dan pelajaran umum justru menjadi keunggulan yang mampu mencetak lulusan dengan kompetensi yang utuh.

“Selain menekankan pembelajaran keagamaan, kami juga memberikan pelajaran umum yang bersifat wajib kepada siswa. Dengan begitu, pengetahuan mereka tetap setara dengan sekolah umum lainnya, sekaligus memiliki bekal akhlak dan pemahaman agama yang kuat,” katanya.

Selain memberikan pendidikan keagamaan, SD Integral Hidayatullah juga menyelenggarakan pembelajaran umum yang menjadi bagian wajib dalam kurikulum. Dengan demikian, para siswa tetap memperoleh materi sesuai standar pendidikan nasional tanpa mengesampingkan pembinaan spiritual.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....