Tekan Deforestasi dan Kembangkan Ekonomi Berkelanjutan, Mahulu Optimalkan SIGAP
- 31 Mei 2026 18:14 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Mahulu - Wakil Bupati Mahakam Ulu (Mahulu), Suhuk menyebut pendekatan SIGAP (Aksi Inspiratif Warga untuk Perubahan) menjadi salah satu upaya efektif dalam membantu masyarakat sekitar hutan menekan laju deforestasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan melalui pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Menurut Suhuk, program tersebut mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kawasan hutan melalui tata kelola yang lebih baik serta pemanfaatan potensi desa secara bertanggung jawab. Pendekatan ini dinilai mampu menciptakan keseimbangan antara kebutuhan ekonomi masyarakat dan upaya pelestarian lingkungan.
“Melalui pendekatan SIGAP, masyarakat diberikan ruang untuk berpartisipasi dalam pengelolaan hutan secara berkelanjutan. Program ini tidak hanya membantu menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan bagi warga melalui pengembangan berbagai komoditas lokal,” ujar Suhuk, Minggu, 31 Mei 2026.
SIGAP merupakan pendekatan pemberdayaan desa yang dikembangkan oleh Yayasan Konservasi Alam Nusantara sejak tahun 2010. Program tersebut berfokus pada penguatan tata kelola desa, pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan, serta pengembangan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal yang dimiliki masing-masing wilayah.
Suhuk menilai pendekatan tersebut relevan diterapkan di Mahakam Ulu yang memiliki kawasan hutan luas dan menjadi penyangga penting bagi ekosistem Kalimantan. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendamping dapat terus diperkuat agar manfaat program semakin dirasakan oleh warga.
“Ke depan, kami berharap pendekatan seperti SIGAP dapat terus dikembangkan di Mahulu. Dengan tata kelola yang baik dan pemanfaatan sumber daya alam yang bijak, masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi sekaligus menjaga hutan tetap lestari untuk generasi mendatang,” katanya.
Dalam implementasinya, SIGAP mendorong pemerintah desa dan masyarakat untuk menyusun perencanaan pembangunan yang memperhatikan aspek lingkungan. Selain itu, masyarakat juga didampingi dalam mengembangkan usaha produktif yang dapat memberikan nilai tambah tanpa merusak kawasan hutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....