Yahya Marthan Ungkap DOB Benua Raya Harus Lewati Tahap Daerah Persiapan
- 29 Mei 2026 09:14 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Benua Raya, yang saat ini sudah mendapat rekomendasi politik dari DPRD Kabupaten Kutai Barat (Kubar) disebut tidak dapat dilakukan secara instan.
Anggota DPRD Kubar periode 2014-2019, Yahya Marthan, mengungkapkan, terdapat tahapan administratif yang harus dilalui sebelum suatu wilayah resmi menjadi DOB.
Marthan mengatakan, saat dirinya menjabat Ketua Komisi I DPRD Kubar, pernah melakukan kunjungan kerja ke Direktorat Jenderal Otonomi Daerah (Ditjen Otda) Kementerian Dalam Negeri untuk membahas mekanisme pembentukan daerah baru.
Dari hasil konsultasi tersebut, diperoleh penjelasan bahwa dalam rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang penataan wilayah, pemerintah pusat mengatur pembentukan “Daerah Persiapan” sebelum suatu wilayah ditetapkan sebagai DOB definitif.
“Dalam draf RPP tentang penataan wilayah ada disebutkan sebelum dibentuk DOB harus lebih dulu dibentuk Daerah Persiapan,” kata Yahya Marthan, Jumat 29 Mei 2026.
Ia menjelaskan, daerah persiapan bersifat administratif dan dipimpin oleh kepala atau koordinator wilayah yang bertanggung jawab kepada bupati sebagai kepala daerah induk.
Menurut Yahya, masa daerah persiapan berlangsung paling lama tiga tahun. Dalam rentang waktu tersebut, pemerintah pusat akan melakukan evaluasi untuk menentukan kelayakan wilayah tersebut naik status menjadi daerah otonomi baru.
“Daerah Persiapan bersifat administratif dipimpin oleh Kepala atau Koordinator Wilayah yang berada dan bertanggungjawab kepada Bupati, paling lama 3 tahun berikut dievaluasi apakah layak atau tidak dinaikkan statusnya menjadi DOB,” ujarnya.
Politisi Gerindra itu, menilai mekanisme tersebut menunjukkan pemerintah pusat kini lebih berhati-hati dalam menyetujui pemekaran daerah. Sebab, evaluasi terhadap sejumlah DOB sebelumnya menunjukkan masih banyak daerah baru yang belum mandiri secara fiskal dan masih bergantung pada dana transfer pusat.
Karena itu, menurut Marthan, kesiapan administrasi, dukungan anggaran, fasilitas umum hingga kajian akademik menjadi faktor penting yang harus dipenuhi apabila Benua Raya ingin benar-benar diwujudkan sebagai DOB di masa mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....