Ritual Nebukoq Ujoh Bilang Jadi Agenda Tahunan Syukuran Panen di Mahulu
- 29 Mei 2026 07:33 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Mahulu - Kampung Ujoh Bilang, Kabupaten Mahakam Ulu, menggelar ritual adat Nebukoq sebagai bentuk ungkapan syukur masyarakat atas berkat, rahmat, kesehatan, rezeki, serta kehidupan yang masih dinikmati hingga saat ini. Ritual tersebut dilaksanakan setelah musim panen pertanian ladang kering konvensional yang menjadi salah satu mata pencaharian utama warga setempat.
Kegiatan yang berlangsung pada 28 Mei itu diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, pemerintah kampung, kelompok tani, hingga warga dari berbagai kalangan. Prosesi adat dilaksanakan sesuai tata cara yang diwariskan secara turun-temurun oleh leluhur masyarakat Dayak di wilayah tersebut.
Ritual Nebukoq menjadi simbol penghormatan kepada alam sekaligus ungkapan terima kasih atas hasil panen yang diperoleh selama satu musim tanam. Dalam tradisi masyarakat setempat, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga melalui kebersamaan dalam pelaksanaan adat.
Kepala Adat Kampung Ujoh Bilang, Amundus Lah menjelaskan ritual tersebut merupakan prosesi wajib bagi setiap petani setelah panen. Meski memiliki penyebutan yang berbeda pada masing-masing sub-suku Dayak, makna dan tujuan pelaksanaannya tetap sama, yakni sebagai bentuk rasa syukur atas hasil usaha yang telah diberikan.
“Ritual ini merupakan kewajiban bagi setiap petani setelah panen. Nama dan penyebutannya bisa berbeda di setiap suku, tetapi maknanya tetap sebagai ungkapan syukur atas hasil yang diperoleh dan kehidupan yang masih diberikan kepada masyarakat,” ujar Amundus Lah, Jumat, 29 Mei 2026.
Ia menambahkan, pelaksanaan tahun ini merupakan kali kedua ritual Nebukoq Umanq digelar secara massal dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Menurutnya, keterlibatan banyak pihak menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur.
“Ini kedua kalinya dilaksanakan secara massal. Ke depan kami berencana menjadikannya agenda rutin tahunan setiap tanggal 28 Mei agar generasi muda terus mengenal dan menjaga tradisi adat yang menjadi identitas masyarakat Ujoh Bilang,” katanya.
Selain sebagai ungkapan syukur atas hasil panen, kegiatan tersebut juga menjadi momentum pelestarian budaya lokal di tengah perkembangan zaman. Masyarakat berharap ritual adat Nebukoq Umanq dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai bagian dari kekayaan budaya Mahakam Ulu yang tetap hidup dan berkembang di tengah kehidupan modern.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....