Kekeringan Tekan Produktivitas Pertanian Perbatasan Kaltim Mahulu

  • 22 Apr 2026 09:22 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Mahulu - Kekeringan yang melanda kawasan perbatasan Kalimantan Timur, khususnya Kabupaten Mahakam Ulu, menjadi salah satu penyebab utama menurunnya produktivitas pertanian. Kondisi ini dirasakan langsung oleh para petani yang bergantung pada curah hujan untuk mendukung masa tanam.

Curah hujan yang rendah selama periode tanam menyebabkan pertumbuhan padi tidak berjalan optimal. Tanaman mengalami kekurangan air, sehingga perkembangan bulir padi tidak maksimal dan berdampak pada kualitas hasil panen.

Selain itu, lahan pertanian yang mengandalkan sistem tadah hujan menjadi semakin rentan terhadap perubahan cuaca ekstrem. Tanpa dukungan irigasi yang memadai, petani kesulitan menjaga kestabilan produksi.

Dampak dari kondisi ini tidak hanya dirasakan pada sektor pertanian, tetapi juga merembet ke aspek ekonomi masyarakat. Penurunan hasil panen membuat pendapatan petani menurun secara signifikan.

Agang Juk, petani lokal setempat, menyebutkan bahwa kondisi kekeringan telah memberikan dampak luas terhadap kehidupan masyarakat di wilayah tersebut. Ia menjelaskan bahwa penurunan produksi padi secara langsung berdampak pada penghasilan petani, yang selama ini mengandalkan hasil panen sebagai sumber utama pendapatan.

“Kondisi ini juga berpotensi mempengaruhi perekonomian masyarakat yang sebagian besar bergantung pada sektor pertanian,” ujarnya, Rabu, 22 April 2026.

Masyarakat berharap adanya perhatian dan langkah konkret dari pemerintah, seperti penyediaan irigasi atau bantuan teknologi pertanian, guna mengatasi dampak kekeringan dan menjaga keberlangsungan sektor pertanian di Mahakam Ulu.

“Penurunan produksi padi secara langsung mengurangi pendapatan petani dan mempersempit ruang ekonomi di tingkat lokal,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....