Perjuangan Anggaran Infrastruktur Harus Berbasis Data Kontribusi Nyata
- 05 Mar 2026 15:11 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Upaya memperjuangkan anggaran pembangunan dinilai harus dilakukan secara sistematis dan berbasis data. Pemerintah provinsi dan 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur (Kaltim) didorong untuk mengonsolidasikan seluruh data kontribusi daerah sebagai dasar penguatan posisi tawar ke pemerintah pusat.
Praktisi hukum Kutai Barat (Kubar), Rudi Ranaq, menyebut Kaltim memiliki modal kuat berupa data konkret kontribusi terhadap negara yang seharusnya dapat dimanfaatkan dalam setiap pembahasan fiskal.
“Kaltim memiliki modal yang kuat berupa data kontribusi yang nyata dan besar bagi negara,” kata Rudi Ranaq, Kamis 5 Maret 2026.
Menurutnya, data tersebut harus disajikan secara komprehensif dan meyakinkan dalam berbagai forum resmi, baik dalam pertemuan bersama kementerian terkait maupun saat pembahasan dengan DPR RI, sehingga dapat menjadi dasar kuat dalam memperjuangkan kebijakan pembangunan yang lebih adil bagi daerah.
“Data ini harus menjadi senjata utama dalam setiap negosiasi dengan pemerintah pusat, baik di tingkat kementerian maupun di DPR RI,” ujarnya.
Pembangunan Infrastruktur di Kaltim, Investasi bagi Negara
Rudi Ranaq menilai pembangunan infrastruktur di Kalimantan Timur harus dipandang sebagai investasi strategis bagi negara, bukan semata-mata sebagai bentuk bantuan kepada daerah, mengingat peran provinsi tersebut sangat vital dalam menopang sektor energi dan perekonomian nasional.
“Dengan demikian, alokasi anggaran untuk infrastruktur di Kaltim adalah investasi yang menguntungkan bagi negara, bukan sekadar bantuan,” ucapnya.
Menurut Rudi Ranaq, jalan dan jembatan yang baik di Kaltim akan memperlancar distribusi energi dan komoditas ke seluruh Indonesia hingga ke luar negeri. Dengan pendekatan berbasis data yang kuat, ia optimistis perjuangan anggaran dapat dilakukan lebih efektif dan terarah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....