Pemkab Kubar Tegaskan Akun FB Bupati Tidak Resmi
- 10 Mar 2025 16:24 WIB
- Sendawar
KBRN, Sendawar: Pemerintah kabupaten Kutai Barat (KUBAR) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) mengklarifikasi munculnya akun facebook yang menggunakan nama Bupati, Frederick Edwin.
Akun tersebut memakai foto Frederick Edwin menggunakan baju putih pelantikan dengan latar belakang foto bupati Frederick Edwin dan wakil bupati Nanang Adriani yang memakai baju kemeja ungu dan hijau.
Diskominfo Kubar menegaskan bahwa akun tersebut buka akun resmi pribadi bupati Frederick Edwin dan tidak memiliki keterkaitan dengan Pemkab Kubar.
“Sehubungan dengan beredarnya akun Facebook yang mengatasnamakan Fredrik Edwin, Bupati Kutai Barat, kami dengan ini menegaskan bahwa akun tersebut BUKAN akun resmi dan tidak memiliki keterkaitan dengan Bupati Kutai Barat,” tegas Diskominfo dalam klarifikasi melalui media sosial, Senin (10/3/2025).
BACA JUGA:
Sikapi Efisiensi Anggaran, Bupati Kubar: Pemda Harus Inovatif
FENA Upayakan Pendidikan di Kutai Barat Gratis
Pemkab Kubar juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap segala bentuk informasi, permintaan, atau komunikasi yang dilakukan melalui akun palsu tersebut.
“Jika terdapat hal-hal yang mencurigakan, mohon untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang atau melalui kanal resmi Pemerintah Kabupaten Kutai Barat. https://www.lapor.go.id,” terang Diskominfo.
Klarifikasi tersebut disampaikan agar masyarakat tidak menjadi korban penipuan atau informasi yang menyesatkan.
Imbaun yang sama juga disamapikan bagian dokumentasi pimpinan Pemkab Kubar. Mereka mengimbau masyarakat agar waspada terkait beredarnya akun facebook Palsu yang tengah beredar di masyarakat dan telepon secara acak beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN).
Akun Facebook Palsu dan oknum penelpon ini mengatasnamakan Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin dan bahkan meminta sejumlah uang serta mengiming-imingi jabatan dan hal lainnya kepada warga masyarakat dan para ASN.
“Kami harap kepada warga Kutai Barat dan para ASN untuk terus waspada, dan lebih bijak dalam memilih informasi dan berkomunikasi melalui media sosial,” tulis akun Dokpim.
“Demikian informasi ini kami sampaikan agar dapat diketahui bersama dan kedepan semoga tidak ada lagi oknum-oknum yang melakukan hal serupa di media sosial,” ujarnya.