Kwangkai di Muara Lawa, Warisan Adat Dayak Terjaga

  • 02 Sep 2026 10:03 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - Pemerintah Kabupaten Kutai Barat terus menunjukkan perhatian terhadap pelestarian adat dan budaya masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun. Komitmen tersebut ditunjukkan Bupati Kutai Barat Frederick Edwin saat menghadiri puncak Ritual Adat Kwangkai di Kampung Cempedas, Kecamatan Muara Lawa, Selasa 1 September 2026.

Ritual Adat Kwangkai merupakan salah satu tradisi masyarakat Dayak Tunjung dan Benuaq yang dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan kepada anggota keluarga atau kerabat yang telah meninggal dunia. Ritual ini juga menjadi bagian dari upaya masyarakat menjaga nilai-nilai adat dan warisan leluhur.

Selain memiliki makna penghormatan terhadap orang yang telah meninggal, pelaksanaan Kwangkai menjadi ruang bagi keluarga dan masyarakat untuk mempererat kebersamaan. Berbagai tahapan ritual dilaksanakan secara bersama-sama dengan semangat gotong royong dan kepedulian antarwarga.

“Ritual Adat Kwangkai merupakan salah satu budaya kita. Pelaksanaannya dapat mempererat kebersamaan dan gotong royong serta menjaga nilai-nilai adat yang diwariskan para leluhur,” ujar Frederick Edwin.

Rangkaian Ritual Adat Kwangkai di Kampung Cempedas telah berlangsung selama lebih dari satu bulan. Kegiatan tersebut melibatkan keluarga dan masyarakat dalam berbagai prosesi adat yang menjadi bagian penting dari tradisi masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Frederick Edwin juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan keselamatan selama mengikuti seluruh rangkaian ritual. Menurutnya, kelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan perhatian terhadap keamanan dan keselamatan masyarakat.

Ia meminta seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut tetap menjaga kondisi fisik, mengikuti ketentuan selama prosesi adat, serta saling memperhatikan satu sama lain agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman dan lancar.

Kehadiran Bupati Kutai Barat pada puncak Ritual Adat Kwangkai sekaligus menjadi momentum untuk bersilaturahmi dan berinteraksi langsung dengan masyarakat Kecamatan Muara Lawa. Pertemuan tersebut memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan adat serta budaya lokal.

Pelestarian Ritual Adat Kwangkai diharapkan tidak hanya menjaga warisan budaya masyarakat Dayak Tunjung dan Benuaq, tetapi juga memastikan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, penghormatan terhadap leluhur, dan kepedulian sosial tetap diwariskan kepada generasi berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....