Lou Bentian Jadi Ruang Hidup Budaya Dayak Bentian Kutai Barat

  • 07 Mei 2026 20:33 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - Di tengah arus modernisasi, rumah panjang khas Suku Dayak Bentian (Lou Bentian), tetap berdiri sebagai ruang hidup yang menjaga tradisi sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat di Kecamatan Bentian Besar, Kabupaten Kutai Barat (Kubar).

Bagi masyarakat setempat, Lou Bentian tidak hanya dimaknai sebagai bangunan adat, tetapi juga pusat aktivitas sosial dan budaya yang merepresentasikan sembilan kampung di wilayah tersebut.

Di tempat ini, berbagai kegiatan rutin digelar, mulai dari pertemuan antar kampung, pelatihan, kegiatan keagamaan, pertunjukan seni budaya, hingga kegiatan adat seperti pernikahan warga.

Bahkan, pada April 2026, Lou Bentian juga menjadi lokasi musyawarah antara tokoh adat dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Rumah adat ini menjadi ruang penting dalam menjaga hubungan sosial masyarakat Dayak Bentian sekaligus mempertahankan nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Ketua Pokdarwis sekaligus tokoh masyarakat Bentian, AKP (Purn) Lorensius mengatakan, keberadaan Lou Bentian memberi manfaat besar bagi masyarakat adat di wilayah tersebut.

“Kami berterima kasih atas inisiatif ITM melalui anak usahanya TCM, BEK, TIS, yang telah membangun Lou Bentian dan mendorong pemberdayaan sarana ini untuk pengembangan dan pelestarian budaya serta tradisi masyarakat Bentian khususnya dan Kubar pada umumnya,” ujar Lorensius, Kamis 7 Mei 2026.

Ia juga berharap keberadaan rumah adat tersebut dapat terus menjadi ruang pemersatu masyarakat.

“Semoga inisiatif ini juga dapat memperkuat silaturahmi dan kebersamaan kami sebagai masyarakat adat,” kata Lorensius.

Lou Bentian Dibangun Tahun 2012

Pembangunan Lou Bentian sendiri dimulai pada 2012 dengan dukungan PT Trubaindo Coal Mining (TCM), dan diresmikan pada 2021 lalu.

Dalam tahap pengembangan dan pendampingannya, dukungan juga diberikan oleh anak usaha PT Indo Tambangraya Megah Tbk lainnya di wilayah Melak, yakni PT Bharinto Ekatama (BEK) dan PT Tepian Indah Sukses (TIS).

Secara fisik, Lou Bentian dibangun dengan konsep rumah panjang khas Dayak sepanjang sekitar 50 meter dan berdiri di atas ratusan pilar kayu ulin yang dikenal kuat dan tahan lama.

Rumah adat ini memiliki sembilan kamar yang melambangkan sembilan kampung di Bentian Besar, serta dilengkapi ornamen tradisional yang memperkuat identitas budaya Dayak Bentian.

Ke depan, Lou Bentian diharapkan terus berkembang menjadi pusat kegiatan sosial, budaya, dan pemberdayaan masyarakat, sekaligus ruang kolaborasi yang menjaga semangat gotong royong serta memperkuat identitas masyarakat adat di Bumi Tanaa Purai Ngerimaan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....