Dari Hobi Jadi Dedikasi, Pelatih Tari di Kubar Lestarikan Budaya
- 30 Apr 2026 23:15 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Di tengah derasnya perkembangan zaman, keberadaan seni tari tradisional kian menghadapi tantangan. Bagi Adlin Rinaldy, kondisi tersebut justru menjadi alasan untuk terus bertahan dan berkontribusi dalam melestarikan budaya melalui dunia tari.
Sejak 2022, Adlin konsisten menekuni perannya sebagai pelatih tari sekaligus membina anggota dalam Kelompok Tari Thiwat Company. Ketertarikannya pada seni tari tumbuh dari kecintaannya terhadap gerak dan ekspresi, yang kemudian ia rasakan mampu memberikan banyak manfaat dalam kehidupan.
“Lewat tari, kita tidak hanya bergerak, tetapi juga belajar mengendalikan emosi, meningkatkan kreativitas, dan menjaga kebugaran fisik,” ujar Adlin.
Ia memandang tari sebagai media pembelajaran yang memiliki nilai lebih dari sekadar keterampilan. Menurutnya, proses berlatih tari dapat membentuk karakter, mulai dari kedisiplinan hingga rasa percaya diri.
“Tari juga melatih kita untuk lebih peka terhadap lingkungan sosial, bukan hanya sekadar tampil di atas panggung,” ucapnya.

Di sisi lain, Adlin menyadari minat generasi muda terhadap tari tradisional saat ini mulai berkurang. Fenomena ini, menurutnya, tidak terlepas dari pengaruh budaya global dan tren tari modern yang berkembang pesat di media sosial.
Meski begitu, ia terus berupaya mencari cara agar seni tari tradisional tetap diminati. Salah satunya dengan mengembangkan kreasi baru tanpa meninggalkan unsur dasar yang menjadi identitas budaya.
“Perubahan boleh saja terjadi, tapi jati diri dalam tari itu harus tetap dijaga,” katanya.
Melalui perannya sebagai pelatih, Adlin berharap seni tari semakin mendapat tempat di tengah masyarakat, sekaligus mampu menarik minat generasi muda untuk ikut melestarikan budaya.
“Tari harus terus hidup, tidak hanya ditampilkan, tetapi juga dirasakan dan dijaga bersama,” ujar Adlin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....