Hari Tari Sedunia, Pelatih Tari di Kutai Barat Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya

  • 30 Apr 2026 23:11 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - Momentum Hari Tari Sedunia diperingati setiap tanggal 29 April, menjadi pengingat pentingnya peran seni tari dalam menjaga identitas budaya, khususnya di tengah arus modernisasi yang semakin kuat. Di Kutai Barat (Kubar), pelatih tari terus berupaya menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni tari tradisional.

Ketua Kelompok Tari Thiwat Company, Adlin Rinaldy, mengaku telah aktif menjadi pelatih tari sejak tahun 2022 hingga saat ini. Ia menilai, dunia tari bukan hanya sekadar gerakan, tetapi juga sarana pembelajaran yang berdampak luas bagi perkembangan diri.

“Saya tertarik di dunia tari karena dengan menari kita bisa belajar banyak hal, mulai dari mengontrol emosi, meningkatkan kreativitas, sekaligus berlatih fisik,” ujar Adlin, Kamis, 30 April 2026.

Namun demikian, ia mengungkapkan minat terhadap seni tari tradisional saat ini cenderung menurun dibandingkan tari modern yang lebih diminati generasi muda. Menurutnya, perkembangan tren digital seperti media sosial turut memengaruhi perubahan tersebut.

“Sekarang ini tari modern lebih meningkat, apalagi ada tren seperti di TikTok. Tapi sebenarnya bisa disiasati dengan memodifikasi tarian tradisi agar lebih menarik tanpa kehilangan unsur aslinya,” ucapnya.

Adlin menambahkan, tantangan terbesar dalam dunia tari bukan hanya mengajarkan gerakan, tetapi juga menjaga agar seni tari tetap hidup dan dihargai tanpa kehilangan identitas. Ia menilai perubahan gaya tari saat ini cukup signifikan, dipengaruhi teknologi, budaya global, serta cara generasi muda dalam mengekspresikan diri.

“Tari itu bukan hanya soal gerak, tapi juga bisa membentuk karakter seperti disiplin, percaya diri, kreatif, dan peka terhadap lingkungan sosial,” katanya.

Ia berharap di Hari Tari Sedunia ini, seni tari semakin dihargai sebagai bagian penting dari budaya. Selain itu, ia juga mendorong generasi muda untuk lebih terlibat serta adanya dukungan bagi para pelaku seni agar terus berinovasi tanpa kehilangan jati diri.

“Harapan terbesar saya, tari tetap hidup, bukan hanya di panggung, tapi juga di hati masyarakat,” ujar Adlin.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....