Syukuran Panen Raya di Batu Majang, Wujud Pelestarian Budaya Pertanian

  • 27 Apr 2026 17:30 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Mahulu - Warga Kampung Batu Majang, Kabupaten Mahakam Ulu, menggelar ritual adat budaya syukuran panen raya menumbuk beras untuk menumbuhkan rasa kebersamaan atau Mecaq Undat Pebeka Kimet. Tradisi tersebut menjadi ungkapan rasa syukur masyarakat atas hasil panen padi ladang kering yang telah berlangsung baik pada musim tanam tahun ini.

Kegiatan yang digelar secara turun-temurun itu diikuti tokoh adat, pemerintah kampung, dan masyarakat setempat. Selain sebagai perayaan panen, ritual ini juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga melalui kebersamaan dalam proses menumbuk beras secara bersama-sama.

Mecaq Undat Pebeka Kimet telah lama menjadi kebiasaan masyarakat tani di Batu Majang. Tradisi ini tidak hanya bermakna seremonial, tetapi juga mencerminkan nilai gotong royong, persatuan, serta penghormatan kepada leluhur yang mewariskan budaya bertani kepada generasi sekarang.

Mewakili Bupati Mahakam Ulu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Mahakam Ulu, Markus Wan, turut menghadiri perayaan tersebut. Kehadiran pemerintah daerah menunjukkan dukungan terhadap pelestarian budaya lokal dan penguatan sektor pertanian masyarakat.

“Tradisi Mecaq Undat Pebeka Kimet ini merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga bersama, karena mengandung nilai kebersamaan dan rasa syukur yang sangat luhur,” kata Markus Wan saat menghadiri kegiatan itu.

Ia berharap semangat kebersamaan yang tercermin dalam tradisi tersebut dapat terus hidup di tengah masyarakat. Menurutnya, budaya lokal memiliki peran penting dalam menjaga identitas daerah sekaligus memperkuat persatuan masyarakat kampung.

“Semangat kebersamaan, pelestarian budaya, serta penguatan sektor pertanian harus terus menjadi pilar utama dalam pembangunan daerah di Kabupaten Mahakam Ulu,” ujarnya, dikutip Senin 27 April 2026.

Melalui pelaksanaan ritual adat ini, masyarakat Kampung Batu Majang diharapkan terus mempertahankan tradisi leluhur sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian. Dengan demikian, pembangunan daerah dapat berjalan seiring dengan pelestarian nilai budaya lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....