Ustaz Hilmi Tekankan Pentingnya Menjaga Tetangga hingga Etika Bermedia Sosial

  • 03 Apr 2026 06:00 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - Ustaz H. Muhammad Hilmi Firdausi menekankan pentingnya menjaga hubungan dengan tetangga hingga etika bermedia sosial dalam ceramahnya pada kegiatan Halal Bihalal antar organisasi di Alun-alun Itho Sendawar, Kabupaten Kutai Barat, Kamis, 2 April 2026 malam.

“Ciri orang beriman itu tidak menyakiti tetangganya,” ujar ustaz Hilmi di hadapan jamaah.

Ia menjelaskan, menjaga hubungan baik dengan tetangga merupakan bentuk nyata dari ajaran agama yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, tanpa memandang latar belakang perbedaan. Kepedulian terhadap lingkungan sekitar, menurutnya, menjadi tolok ukur kualitas keimanan seseorang.

“Kalau kita tahu tetangga kita kesusahan, bahkan kelaparan, lalu kita tidak peduli, itu tanda keimanan kita perlu dipertanyakan,” ujarnya.

Selain itu, Gus Hilmi menekankan pentingnya menjaga silaturahmi sebagai kunci mempererat persaudaraan di tengah masyarakat. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak membiarkan hubungan renggang dalam waktu lama.

“Jangan sampai kita tidak saling menyapa berhari-hari. Silaturahmi itu membuka pintu rezeki dan memperpanjang umur,” katanya.

Pengasuh Pondok Pesantren Yatim Dhuafa Baitul Qur'an Assa'adah Sentul ini juga mengajak masyarakat memanfaatkan momentum Halal Bihalal untuk saling memaafkan dan memperbaiki hubungan yang sempat renggang.

“Ini momen yang tepat untuk kembali menyambung hubungan, saling memaafkan, dan memperkuat persaudaraan,” ucapnya.

Ustaz H. Muhammad Hilmi Firdausi bersama bupati Kubar dan jajaran tokoh lintas agama foto bersama usai acara halal bihalal antar organisasi beragama di Kutai Barat. Foto: RRI Sendawar/Andreas.

Dalam kesempatan yang sama, ia turut menyoroti pentingnya etika dalam bermedia sosial. Dirinya mengingatkan masyarakat agar bijak dalam berbicara, baik secara langsung maupun melalui platform digital.

“Kalau tidak bisa berkata baik, lebih baik diam,” katanya.

Pendiri Sekolah Islam Terpadu Daarul Fikri ini menambahkan, perkembangan media sosial membuat setiap orang bebas menyampaikan pendapat, namun kebebasan tersebut harus diimbangi dengan tanggung jawab.

“Sekarang semua orang bisa berbicara, bisa menulis di media sosial. Tapi kalau tidak dijaga, justru bisa menimbulkan konflik,” ujarnya.

Ia menilai banyak persoalan di tengah masyarakat berawal dari ucapan yang tidak terkontrol. “Kadang-kadang yang melukai itu bukan tindakan, tapi kata-kata. Itu yang harus kita jaga,” tegasnya.

Dai kondang tanah air ini juga mengingatkan masyarakat agar lebih selektif dalam menyampaikan informasi dan tidak mudah terpancing menyebarkan hal yang belum jelas kebenarannya.

“Jaga lisan dan tulisan kita. Jangan sampai apa yang kita sampaikan justru menyakiti orang lain,” katanya.

Ustaz Hilmi berharap nilai kepedulian, kebersamaan, serta etika komunikasi terus dijaga agar kehidupan sosial masyarakat tetap harmonis.

“Kalau kita bisa menjaga ucapan, baik di dunia nyata maupun di media sosial, maka kehidupan akan lebih damai,” ucapnya dalam acara yang turut dihadiri umat lintas agama tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....