Jaga Nilai Luhur, Pemkab Mahulu Apresiasi Ritual Adat Panen Padi Ladang
- 07 Mar 2026 16:25 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Mahulu - Masyarakat Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) kembali menggelar ritual adat padi baru sebagai ungkapan syukur atas hasil panen padi ladang yang melimpah. Tradisi tahunan ini menjadi cerminan harmonisasi antara manusia, alam, dan Sang Pencipta yang terus dipertahankan secara turun-temurun oleh warga lokal di wilayah perbatasan tersebut.
Konsistensi masyarakat dalam menjalankan ritual sakral ini membuktikan bahwa nilai-nilai luhur dan kearifan lokal masih terjaga dengan sangat baik di tengah arus modernisasi. Semangat gotong royong dan penghormatan terhadap warisan leluhur tetap menjadi fondasi utama dalam kehidupan sosial dan spiritual masyarakat Mahakam Ulu hingga saat ini.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Mahulu, Agustinus Teguh Santoso, menekankan pentingnya keselarasan pembangunan dengan nilai-nilai tradisional. "Sinergi antara pemerintah dengan masyarakat sangat penting agar setiap gerak pembangunan di Mahakam Ulu selalu selaras dengan nilai-nilai adat dan kearifan lokal," ucapnya saat menghadiri acara budaya lokal tersebut, Sabtu 7 Maret 2026.
Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu memberikan apresiasi tinggi dan menegaskan komitmennya untuk terus memberikan dukungan penuh terhadap setiap kegiatan kebudayaan. Pemerintah daerah memandang bahwa pelestarian adat merupakan investasi jangka panjang dalam menjaga identitas daerah agar tidak luntur oleh perubahan zaman yang kian pesat.
Dukungan ini bertujuan agar generasi muda di Mahakam Ulu tetap memiliki kebanggaan yang kuat terhadap akar budaya lokal mereka. Dengan keterlibatan aktif para pemuda dalam setiap prosesi ritual, diharapkan warisan nenek moyang ini dapat terus diwariskan dan menjadi jati diri yang membanggakan bagi generasi mendatang.
Lebih lanjut, Agustinus menjelaskan keharmonisan dan ketenteraman daerah sangat bergantung pada hubungan baik antara pemerintah dan pemangku adat. "Kolaborasi antara pemerintah dan lembaga adat merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas sosial di daerah," ujarnya.
Menurutnya, pembangunan fisik maupun ekonomi di Mahakam Ulu tidak boleh meninggalkan aspek sosiokultural yang telah lama mengakar. Nilai-nilai adat justru dipandang sebagai kompas yang memastikan arah pembangunan daerah tetap berpihak pada kemaslahatan masyarakat luas tanpa merusak tatanan sosial yang ada.
Kegiatan syukuran padi baru ini pun ditutup dengan harapan besar agar hasil panen di tahun-tahun mendatang terus meningkat. Sinergi yang kuat antara pemerintah, lembaga adat, dan masyarakat diharapkan mampu membawa Mahakam Ulu menuju kemajuan tanpa harus kehilangan karakter budaya yang sangat bernilai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....