Dari Ketua KNPI Pertama, Yahya Marthan Bicara Masa Depan Pemuda Kubar

  • 07 Mei 2026 16:10 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - Nama Yahya Marthan bukan sosok asing dalam perjalanan pembangunan di Kabupaten Kutai Barat (Kubar). Selain dikenal sebagai Ketua KNPI Kubar pertama, ia juga pernah menduduki sejumlah posisi strategis di pemerintahan dan legislatif daerah.

Tokoh senior Kutai Barat tersebut tercatat pernah menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) dan juga dipercaya menjadi anggota DPRD Kubar. Pengalaman panjang itu membuat pandangannya terhadap arah pembangunan pemuda di daerah dinilai masih relevan hingga saat ini.

Pasca pelantikan pengurus baru KNPI Kutai Barat periode 2026-2029, Yahya Marthan, menaruh harapan besar agar organisasi kepemudaan tersebut mampu menjadi motor penggerak pembangunan generasi muda di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.

Menurutnya, KNPI sejak awal berdiri pada 23 Juli 1973 memiliki fungsi penting sebagai wadah berhimpunnya organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP), forum komunikasi, hingga penyatuan potensi generasi muda.

“KNPI memiliki fungsi strategis dalam menanamkan wawasan kebangsaan yang independen dan terbuka, sekaligus menjadi ruang kaderisasi calon pemimpin bangsa,” kata Marthan, Kamis 7 Mei 2026.

KNPI dan Peran Strategis Pemuda

Ia mengatakan, KNPI tidak hanya hadir sebagai organisasi semata, tetapi juga harus mampu menjadi mitra kritis pemerintah melalui gagasan, kritik yang membangun, serta solusi konstruktif demi kemajuan daerah, khususnya di bidang kepemudaan.

“Bentuk dukungan itu bisa berupa sumbangan pemikiran, kritik, dan solusi yang disampaikan secara beradab melalui saluran resmi. KNPI harus menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan,” ujarnya.

Yahya Marthan, Sekarang. (foto.RRI)

Selain itu, Marthan menilai KNPI juga perlu membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, baik swasta, serta stakeholder kepemudaan lainnya yang memiliki komitmen terhadap pengembangan generasi muda.

Pemuda Hadapi Tantangan Zaman

Ia juga menyoroti tantangan yang kini dihadapi pemuda semakin kompleks, terutama derasnya arus informasi melalui media sosial yang memengaruhi pola pikir hingga kondisi mental generasi muda.

“Tingginya arus informasi dapat memicu kecemasan, depresi, perubahan nilai sosial, serta tuntutan ingin cepat sukses. Sementara kondisi ekonomi, keterbatasan lapangan kerja, keterampilan teknologi, hingga persaingan yang semakin ketat juga menjadi tantangan besar,” katanya.

Optimisme Untuk Generasi Muda

Meski demikian, Marthan optimistis, pemuda Kubar masih memiliki peluang besar untuk berkembang, khususnya di sektor pertanian dalam arti luas seperti perkebunan, tanaman pangan, peternakan, dan perikanan yang sejalan dengan program ketahanan pangan nasional.

Ia berharap KNPI Kubar di bawah kepemimpinan Ferlita Ananda, mampu menyusun program pemberdayaan pemuda yang mendorong lahirnya jiwa kewirausahaan dan kemandirian generasi muda di daerah.

“Semangat dan optimisme pengurus KNPI Kutai Barat harus terus menyala. Saya yakin pemerintah dan seluruh stakeholder kepemudaan akan ikut mendukung,” ucap Yahya Marthan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....