ITM Gelar FGD di Kubar, Jaring Masukan Stakeholder untuk Program Keberlanjutan
- 06 Mei 2026 11:59 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Perusahaan tambang Indo Tambangraya Megah (ITM) menggelar forum diskusi kelompok terarah atau Focus Group Discussion (FGD) untuk menjaring masukan dari para pemangku kepentingan terkait program keberlanjutan di wilayah Kutai Barat (Kubar).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Barong Tongkok, selama dua hari mulai 5 hingga 6 Mei 2026, sebagai bagian dari rangkaian FGD yang tahun ini difokuskan di beberapa wilayah, yakni Jakarta, Melak (Kubar), dan Samarinda.
Corporate Communications Head PT ITM, Teuku Parvinanda Handriawan, mengatakan kegiatan ini bertujuan menghimpun aspirasi serta masukan konstruktif dari stakeholder yang berinteraksi langsung dengan perusahaan dan anak usahanya, seperti Bharinto Ekatama (BEK), Trubaindo Coal Mining (TCM), Tepian Indah Sukses (TIS), dan Graha Panca Karsa (GPK).
Lanjutnya, FGD ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memastikan setiap kebijakan dan program keberlanjutan yang dijalankan tetap relevan dan tepat sasaran.
“Melalui forum ini, kami ingin mendapatkan masukan langsung dari para pemangku kepentingan agar program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak nyata,” kata Andri, Rabu 6 Mei 2026.

Dijelaskan, FGD dilaksanakan dalam beberapa sesi terpisah dengan melibatkan berbagai kelompok stakeholder, mulai dari masyarakat, media, pemerintah daerah, hingga tokoh masyarakat agar diskusi berjalan lebih fokus dan mendalam.
Bahas Sejumlah Isu Strategis
Menurut Andri, sejumlah isu strategis dibahas, terutama yang berkaitan dengan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan atau Environmental, Social, and Governance (ESG), sebagai kerangka perusahaan dalam menjalankan program keberlanjutan.
“Masukan yang kami terima akan menjadi bahan evaluasi dan dasar dalam pengambilan keputusan serta penyusunan kebijakan strategis perusahaan ke depan,” ujarnya.
Sementara hasil FGD tersebut akan menjadi bagian dalam penyusunan Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas perusahaan kepada publik.
"Lebih dari itu, hasil FGD ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara perusahaan dan para pemangku kepentingan dalam menciptakan dampak yang berkelanjutan," ucap Andri.
Andri menambahkan, FGD merupakan agenda rutin tahunan PT ITM, sebagai sarana menjaga komunikasi terbuka sekaligus memperkuat sinergi dengan para stakeholder serta memastikan setiap aspirasi dapat diakomodasi dalam proses perbaikan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....