Gerhana Picu Penurunan Panen Durian Intu Lingau

  • 18 Jan 2026 17:53 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - Warga Kampung Intu Lingau, Kecamatan Nyuatan, Kutai Barat (Kubar). mulai menjajakan durian dengan harga terjangkau pada musim durian tahun ini.

Salah seorang penjual durian, Martinus Wang, mengaku menjual durian dengan harga mulai Rp1.000 hingga Rp30.000 per buah, tergantung ukuran dan kualitasnya.

Martinus menjelaskan, durian yang dijualnya diperoleh langsung dari petani melalui jasa ojek.

“Saya beli ke ojek yang ambil langsung dari petani, lalu biasanya juga diantar ke tengkulak,” kata Martinus Wang, Minggu, 18 Januari 2026.

Saat ini, menurutnya, stok durian sudah mulai menipis karena musim yang relatif singkat.

Ia menyebutkan, durian kecil dijual dengan harga Rp10.000 untuk dua buah. Sementara durian kualitas C dibanderol Rp10.000 per buah, kualitas B Rp20.000, dan kualitas A mencapai Rp30.000 per buah.

“Sekarang durian sudah mau habis, buahnya juga tidak sebanyak tahun lalu,” ujar Martinus.

Menurut Martinus, musim durian tahun ini tergolong kurang maksimal akibat dampak gerhana tahun lalu yang menyebabkan banyak buah rusak.

“Banyak durian ada koreng hitam, tidak mulus seperti dulu sebelum ada gerhana. Tahun lalu bisa panen sampai tiga bulan, sekarang saya baru jualan sekitar tiga minggu,” ucap Martinus.

Ia menambahkan, meskipun pasokan durian tahun ini masih cukup untuk memenuhi kebutuhan, namun kondisinya berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hampir setiap rumah di Kampung Intu Lingau memiliki kebun durian dengan minimal tiga pohon.

“Sekitar 75 persen durian di Intu Lingau yang berbuah tahun ini, tapi hanya di daerah tertentu yang buahnya bagus,” kata Martinus.

Meski banyak warga yang sama-sama berjualan durian, Martinus mengaku tidak merasakan persaingan yang ketat. Ia justru menilai petani berada di posisi yang lebih sulit dibandingkan penampung.

“Kami tidak merasa bersaing, malah petani yang sering kalah, bukan penampung yang kewalahan,” ujar Martinus.

Soal kualitas rasa, Martinus menjamin durian Intu Lingau memiliki cita rasa manis dengan daging tebal berwarna kuning. Ia mengaku tetap mendapat keuntungan dari berjualan durian, di samping aktivitasnya sebagai petani.

Pembeli pun datang dari berbagai daerah, mulai dari Samarinda, Bontang, Kutai Kartanegara hingga kawasan IKN.

“Biasanya pembeli ramai dari pagi sampai sore dan setiap jualan hampir selalu ludes. Kalau dulu tidak habis, dibuat lempok,” kata Martinus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....