Perputaran Ekonomi Desa Menguat Saat Musim Durian
- 18 Jan 2026 17:50 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar – Musim durian di Kampung Intu Lingau, Kecamatan Nyuatan Kutai Barat (Kubar) turut menggerakkan roda perekonomian warga desa meski hasil panen tahun ini tidak semaksimal tahun sebelumnya.
Aktivitas jual beli durian tetap berlangsung setiap hari dan menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat setempat.
Salah seorang warga Intu Lingau, Martinus Wang, mengatakan hampir setiap rumah di kampungnya memiliki kebun durian dengan jumlah minimal tiga pohon. Kondisi tersebut membuat musim durian selalu dinantikan karena mampu meningkatkan pendapatan warga secara kolektif.
“Kalau musim durian, satu kampung biasanya ikut berduit,” kata Martinus, minggu, 18 Januari 2026.
Namun, Martinus mengungkapkan perputaran ekonomi tahun ini tidak sebesar tahun lalu karena musim durian tergolong singkat. Ia menyebut dampak gerhana pada tahun sebelumnya memengaruhi kualitas dan jumlah buah.
“Buah banyak yang rusak dan musimnya cuma sekitar tiga minggu, tidak sampai tiga bulan seperti tahun lalu,” ujar Martinus.
Meski demikian, pemasokan durian masih cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal maupun pembeli dari luar daerah. Menurut Martinus, sekitar 75 persen durian di Intu Lingau berbuah tahun ini, meski hanya di lokasi tertentu yang menghasilkan kualitas terbaik.
“Tahun ini cukup lah, tapi memang beda dibanding tahun lalu,” ucap Martinus.
Ia menambahkan, banyaknya warga yang berjualan durian tidak menimbulkan persaingan ketat. Justru, menurutnya, petani kerap berada pada posisi yang lebih sulit dibandingkan penampung.
“Kami tidak merasa bersaing, malah petani yang sering kalah, bukan penampung yang kewalahan,” kata Martinus.
Perputaran ekonomi desa juga terlihat dari ramainya pembeli yang datang dari berbagai daerah, mulai dari Samarinda, Bontang, Kutai Kartanegara hingga kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Aktivitas jual beli durian berlangsung sejak pagi hingga sore hari dan hampir selalu habis terjual setiap harinya.
Martinus menilai, meski musim durian tahun ini singkat, keberadaannya tetap memberi dampak ekonomi bagi warga Intu Lingau. Selain berjualan durian, masyarakat juga tetap menjalankan aktivitas berkebun sehari-hari.
“Setiap jual durian hampir selalu ludes, kalau dulu tidak habis biasanya dibuat lempok,” kata Martinus.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....