Harga Ayam di Kubar Naik, Daya Beli Warga Menurun
- 17 Jan 2026 07:32 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Harga daging ayam potong di sejumlah pasar tradisional di Kutai Barat (Kubar) mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat, terutama di Pasar Nala, Kecamatan Linggang Bigung.
Salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Nala, Romilah, mengatakan harga ayam potong cenderung tidak stabil karena mengikuti harga dari Samarinda sebagai daerah pemasok.
“Harga ayam ini kadang turun kadang naik, tergantung dari Samarinda karena saya ambil dari sana. Minggu ini mulai naik, biasanya satu ekor 30 ribu, sekarang jadi 35 ribu,” kata Romilah, Sabtu, 17 Januari 2026.
Ia menambahkan, kenaikan harga dari pemasok tersebut berimbas pada harga jual di pasar. Saat ini harga ayam potong di Pasar Nala dijual hingga Rp55 ribu per ekor. Penyesuaian harga dilakukan dengan melihat situasi dan kondisi wilayah, meski harga beli dari pemasok masih tergolong mahal.
Menurut Romilah, kenaikan harga ayam ini turut menyebabkan penurunan daya beli masyarakat.
" Pembeli di Pasar Nala berkurang karena banyak kios pemotongan ayam yang juga berjualan di wilayah lain, seperti Kecamatan Barong Tongkok dan Melak, sehingga persaingan semakin ketat,” ucapnya.
Selain faktor persaingan, Romilah mengatakan penurunan daya beli juga dipengaruhi kondisi pasca-libur panjang. Pengeluaran masyarakat yang meningkat selama libur membuat kemampuan belanja untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk daging ayam, ikut menurun.
Ia mengungkapkan, pendapatan dari penjualan ayam potong pun ikut terdampak. Romilah yang telah berjualan ayam selama 15 tahun menyebut berbagai strategi usaha telah dicoba, namun kondisi pasar masih belum stabil.
“Ya alhamdulillah saja, disyukuri dan dijalani prosesnya. Yang penting masih bisa kerja dan sehat,” ujarnya.
Untuk menyesuaikan kondisi tersebut, Romilah mengaku mengurangi jumlah ayam yang dipotong setiap hari. Jika biasanya memotong hingga 50 ekor per hari, kini hanya sekitar 25 ekor, bahkan terkadang 15 ekor. Ia mengatakan ayam yang tidak habis terjual disimpan di freezer, sembari tetap melayani penjualan di kios rumahnya yang juga menyediakan sayur dan sembako dengan harga tetap.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....