Tradisi Menugal Suku Dayak di Kalimantan Timur
- 12 Feb 2025 18:33 WIB
- Sendawar
KBRN,Sendawar : Masyarakat suku Dayak di Kalimantan Timur (Kaltim) Salah satu nya di kampung Long Melaham Kecamatan Laham Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) masih melestarikan tradisi menugal, sebuah metode bercocok tanam secara tradisional yang telah diwariskan turun-temurun.
Ritual ini bukan sekadar proses menanam padi, tetapi juga memiliki makna filosofis dan spiritual bagi masyarakat adat.
Tradisi ini biasanya dilakukan secara gotong royong, melibatkan seluruh anggota keluarga hingga masyarakat sekitar. Selain sebagai wujud kebersamaan, menugal juga diyakini membawa keberkahan bagi hasil panen.
“Sistem menugal ini sudah dilakukan sejak zaman nenek moyang kami. Selain menjaga keseimbangan alam, cara ini juga tidak merusak tanah seperti penggunaan alat berat. Padi ketan juga tetap kami tanam karena hasilnya akan diolah menjadi emping, yang selalu ada dalam perayaan awal panen,” ujar Belawing Mavung Kepada RRI.
Menurut nya menugal,merupakan bagian dari kehidupan budaya masyarakat berladang, selain menanam padi biasa, masyarakat Dayak juga tetap menanam padi ketan sebagai tradisi turun-temurun.
Meskipun zaman semakin modern, sebagian masyarakat Dayak tetap mempertahankan cara bertani tradisional ini, meski ada juga yang mulai beralih ke metode pertanian modern.
Dengan menjaga tradisi menugal, masyarakat suku Dayak di Kalimantan Timur tidak hanya melestarikan budaya leluhur, tetapi juga menjaga kearifan lokal dalam mengelola alam secara berkelanjutan.
Meskipun zaman semakin modern, sebagian masyarakat Dayak tetap mempertahankan cara bertani tradisional ini, meski ada juga yang mulai beralih ke metode pertanian modern. Pemerintah daerah dan lembaga adat pun terus berupaya menjaga kelestarian tradisi ini agar tidak punah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....