Foto Kemeriahan Malam Penutupan Festival Sempekat Harmoni Budaya Kubar 2026

  • 07 Jun 2026 06:54 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Gema tabuhan musik tradisional dan riuh tepuk tangan penonton menandai berakhirnya perhelatan akbar Festival Sempekat Harmoni Budaya Kutai Barat (Kubar) tahun 2026. Acara penutupan yang berlangsung meriah ini digelar di panggung utama Taman Budaya Sendawar (TBS), Sabtu malam 6 Juni 2026.

Selama rangkaian festival, panggung seni dipenuhi oleh ratusan seniman lokal, mulai dari kategori anak-anak, pelajar, hingga dewasa yang berkompetisi dalam berbagai kategori perlombaan.

Keberagaman adat dan tradisi dari berbagai suku di Kutai Barat bersatu padu menampilkan harmoni visual yang memukau melalui gerak tari kontemporer, tari kreasi pesisir, hingga visualisasi ritual adat yang sakral.

Festival ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian warisan leluhur, tetapi juga menegaskan komitmen Kabupaten Kutai Barat sebagai daerah yang kaya akan toleransi dan keindahan budaya.

Berikut deretan foto penampilan di malam puncak Festival SHB Kubar 2026.

SIMBOL PERSATUAN: Kelompok tari mempersembahkan tarian kontemporer dengan formasi melingkar sembari membentangkan pita kain warna-warni yang berpusat pada seorang penari di atas tumpuan rekannya pada malam penutupan Festival Sempekat Harmoni Budaya Kutai Barat di Taman Budaya Sendawar, Sabtu (6/6/2026). Bentangan pita warna-warni tersebut merefleksikan keberagaman suku dan budaya di Kutai Barat yang tetap terikat erat dalam satu keharmonisan.
PESONA GENERASI MUDA: Dua pasang penari remaja tampil memukau mengenakan busana adat modifikasi berbahan dasar tenun khas Kubar bermotif cerah pada perhelatan Festival Sempekat Harmoni Budaya Kutai Barat 2026. Keterlibatan aktif generasi muda dalam festival ini menjadi bukti nyata suksesnya regenerasi pelestarian seni tradisi lokal.
KETANGKASAN TARI PEDALAMAN: Kelompok tari menampilkan koreografi tari pedalaman dengan membawa properti senjata tradisional mandau dan sumpit di panggung utama Taman Budaya Sendawar. Gerakan dinamis dan formasi bertingkat yang ditampilkan berhasil memukau juri dan penonton yang memadati area festival.
TEATERIKAL RITUAL ADAT: Sejumlah penari menyajikan visualisasi tarian yang diangkat dari ritual adat pedalaman belian bawo lengkap dengan ornamen sesaji, anyaman daun kelapa janur, serta iringan alat musik dari bambu di Taman Budaya Sendawar, Ekspresi mistis dan sakral berpadu apik dalam gerak tari yang tertata modern.
KEANGGUNAN BUSANA DAERAH: Dua pasang penari memperlihatkan ragam busana adat Kutai Barat, mulai dari pakaian berbahan dasar tenun ulap doyo tradisional dengan pelindung kepala khas, hingga busana tari kreasi pesisir pada malam penutupan festival SHB di Taman Budaya Sendawar.
PAGELARAN BUSANA KREASI: Penari dengan balutan busana kreasi modern yang tetap mempertahankan pakem kain tradisional motif khas daerah bersiap memperagakan gerakan berpasangan di atas panggung.
WARNA-WARNI TRADISI: Kontras keindahan ditunjukkan melalui penampilan penari dengan pakaian adat bernuansa hitam-kuning bermotif tameng Dayak disandingkan dengan pasangan penari berbusana merah muda (pink) terang lengkap dengan topi lebar khas dalam rangkaian acara festival SHB.
AKROBATIK DAN DRAMATIS: Dua kelompok penari yang berbeda unjuk gigi di atas panggung; satu kelompok menampilkan formasi menopang penari cilik (kiri), sementara kelompok lainnya membentangkan kain putih transparan panjang menyerupai jala (kanan) dalam mengekspresikan cerita rakyat setempat di Taman Budaya Sendawar.
Bupati Kubar Frederick Edwin (kanan) dan Plt Kadis Pariwisata Kubar, FX.Sumardi saat memberi sambutan dalam acara penutupan Festival SHB.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....