Gereja dan PDA Kubar Sepakati Enam Komitmen untuk Jaga Keharmonisan

  • 30 Sep 2026 17:09 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (Bamagnas) bersama Presidium Dewan Adat (PDA) Kabupaten Kutai Barat menyepakati enam komitmen bersama untuk memperkuat kerukunan, menyelesaikan potensi gesekan sosial, serta mendukung pembangunan daerah.

Kesepakatan ini ditetapkan di Sendawar pada Senin, 28 September 2026 sebagai hasil dari Dialog Sinergi Gereja dengan Pemimpin Adat dalam Menjaga Harmoni Sosial dan Iman.

Komitmen pertama berfokus pada penguatan kerja sama kelembagaan antara Bamagnas dan PDA untuk mengawal kerukunan serta ketahanan moral masyarakat. Komitmen kedua menyelaraskan peran gereja dalam pembinaan rohani dengan nilai-nilai luhur adat demi menciptakan kehidupan yang rukun, damai, dan bermoral.

Untuk mengatasi potensi konflik, komitmen ketiga menekankan penyelesaian masalah melalui kearifan lokal, yakni mengombinasikan ajaran gereja dan hukum adat.

Ketua Presidium Dewan Adat Kutai Barat, Yurang, menegaskan pentingnya penyamaan persepsi tersebut.

"Perbedaan pemahaman antara gereja dan adat bukan persoalan baru, sehingga perlu dibangun komunikasi dan kolaborasi agar keduanya berjalan beriringan," ujar Yurang.

Pada komitmen keempat, kedua pihak menyatakan siap mendukung program pembangunan prioritas Pemerintah Kabupaten Kutai Barat. Selanjutnya, komitmen kelima memuat usulan tokoh adat dan agama agar pembiayaan upacara adat dapat diakomodasi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Sebagai komitmen keenam, Bamagnas dan PDA sepakat menjalankan program aksi nyata sepanjang tahun 2026 untuk menjaga stabilitas keamanan dan kedamaian daerah.

Ketua BAMAGNAS Kutai Barat, Pdt. Hempry Sangiang, menyampaikan bahwa hasil kesepakatan ini akan segera disosialisasikan kepada para pimpinan lembaga gereja.

Sementara itu, Bupati Kutai Barat Frederick Edwin berharap sinergi ini berlanjut pada aksi nyata yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat, seperti kegiatan sosial lintas komunitas, edukasi bahaya penyakit masyarakat, perlindungan lingkungan adat, hingga pembinaan generasi muda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....