Pemkab Kubar Bakal Kembangkan RSUD HIS, Labkesda hingga Poltek Sendawar
- 29 Jul 2026 07:21 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat berencana mengembangkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Harapan Insan Sendawar (HIS), membangun Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), serta melengkapi prasarana Politeknik Sendawar melalui skema kontrak tahun jamak (multiyears contract) periode 2027–2029.
Bupati Kutai Barat Frederick Edwin mengatakan pengembangan sektor kesehatan dan pendidikan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat sumber daya manusia di Kutai Barat.
Ketiga proyek tersebut masuk dalam daftar pembangunan strategis yang diusulkan melalui skema tahun jamak karena membutuhkan waktu penyelesaian lebih dari satu tahun anggaran.
“Besar harapan kami agar dewan yang terhormat dapat memberikan dukungan dan persetujuan atas pelaksanaan sub kegiatan dengan skema kontrak tahun jamak (multiyears contract) tersebut, sebagai bagian dari upaya kita bersama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan merata,” kata Edwin saat menyampaikan Nota Pengantar Pelaksanaan Sub Kegiatan Tahun Jamak dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Kutai Barat, Selasa 28 Juli 2026.
Pengembangan RSUD Harapan Insan Sendawar diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat. Pemerintah menilai peningkatan fasilitas rumah sakit penting untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan yang terus meningkat, sekaligus memperluas akses layanan bagi warga di berbagai kecamatan.
Selain itu, pembangunan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) ditujukan untuk memperkuat layanan pemeriksaan laboratorium di Kutai Barat. Kehadiran Labkesda diharapkan mempercepat proses pemeriksaan kesehatan, meningkatkan akurasi hasil pengujian, serta mendukung deteksi dini dan penanganan berbagai penyakit.
Di bidang pendidikan, pemerintah juga merencanakan pembangunan prasarana Politeknik Sendawar sebagai upaya memperkuat pendidikan vokasi. Fasilitas tersebut diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja dan mendukung pembangunan daerah.
Menurut bupati, proyek-proyek tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kutai Barat 2025–2029, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan dasar kepada masyarakat.
Seluruh proyek tahun jamak tersebut direncanakan dibiayai melalui APBD Kabupaten Kutai Barat dengan total anggaran sekitar Rp2,53 triliun yang dialokasikan selama tiga tahun anggaran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....