Kolaborasi Lintas Sektor: 1.400 H Lahan Disiapkan untuk Ketahanan Pangan Kubar

  • 06 Jun 2026 06:10 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - Brigif TP 85/BTC TNI-AD bersama Polres Kubar, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Badan Pusat Statistik (BPS), BUMP Sendawar Sempekat Sejahtera, Layung Farm, serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) mulai mematangkan rencana pengelolaan lahan seluas 1.400 hektare di Kecamatan Siluq Ngurai.

Langkah tersebut dibahas dalam pertemuan yang dipimpin Komandan Brigif TP 85/BTC Kolonel Infanteri Alzaki dan Wakapolres Kubar Kompol Subari, dengan salah satu agenda pembahasa yakni mematangkan penyusunan draft nota kesepahaman (MoU) sebagai dasar pelaksanaan program ketahanan pangan terpadu, di Mapolres Kubar, Jumat 5 Mei 2026.

Selain mematangkan penyusunan draft nota kesepahaman (MoU), pertemuan itu juga membahas skema pengelolaan lahan, keterlibatan kelompok tani, serta pengembangan kawasan pertanian terpadu.

Kolonel Infanteri Alzaki mengatakan, pengelolaan lahan tersebut merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor untuk mendukung program ketahanan pangan nasional, dan rencana ini telah mendapat arahan dari pimpinan TNI dan Polri di tingkat provinsi.

“Kami dalam hal ini sudah mohon petunjuk kepada pimpinan kami masing-masing, yaitu Pangdam VI/Mulawarman dan Kapolda Kaltim, bahwa lahan yang kebetulan saat ini milik TNI seluas 1.400 itu, merupakan salah satu lahan yang bisa kita olah bersama-sama untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Kelompok Tani Jadi Pelaku Utama

Alzaki menjelaskan, program penanaman jagung yang saat ini disiapkan merupakan tahap awal pengembangan kawasan pertanian terpadu. Ke depan, kawasan tersebut akan dikembangkan secara bertahap sesuai potensi dan kebutuhan daerah.

Ia menegaskan, TNI dan Polri tidak bertindak sebagai pelaku utama usaha pertanian. Peran utama akan dijalankan kelompok tani, sementara aparat berfungsi sebagai fasilitator dan pendukung agar program berjalan optimal.

“Yang kami kedepankan adalah kelompok tani. Kami sebagai enabler dan suporter yang bersama-sama mendukung kelompok tani untuk mengolah lahan tersebut sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

Saat ini terdapat 52 kelompok tani di wilayah Siluq Ngurai dan Jempanf yang dipersiapkan untuk terlibat dalam pengelolaan kawasan tersebut. Selain jagung, lahan itu juga berpotensi dikembangkan untuk berbagai komoditas pertanian dan peternakan.

"Ke depan kawasan ini tidak hanya ditanami jagung, tetapi akan dikembangkan dengan konsep industrial farming yang terintegrasi. Berbagai komoditas pertanian dan peternakan dapat dikembangkan di dalamnya, termasuk industri pengolahan hasil produksi agar memiliki nilai tambah dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat," ucap Alzaki.

Peluang Kurangi Defisit Pangan

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kubar, Rion, menilai kolaborasi tersebut menjadi peluang strategis untuk mengurangi ketergantungan daerah terhadap pasokan pangan dari luar wilayah.

Ia mengungkapkan produksi beras Kubar terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2022 produksi beras tercatat sekitar 8.000 ton. Sedangkan pada 2025, turun menjadi 4.000 ton.

"Sementara, dengan asumsi konsumsi beras sekitar 0,3 kilogram per orang per hari, kebutuhan beras masyarakat Kubar diperkirakan mencapai sekitar 22.000 ton per tahun. Jadi, jika produksi kita hanya sekitar 4.000 ton, berarti masih ada kekurangan yang sangat besar. Nah ini menandakan bahwa memang kita harus membangun sebuah sistem," kata Rion.

Karena itu, menurut Rion, keberadaan lahan 1.400 hektare itu membuka peluang pembangunan sistem pangan yang lebih terintegrasi. Selain mendukung produksi jagung dan padi, kawasan tersebut dapat dikembangkan untuk peternakan ayam, produksi telur, hingga komoditas hortikultura.

"Jadi saya rasa kami sangat mendukung program ini. Tadi juga kami sampaikan kepada Pak Wakapolres, mudah-mudahan hasil didiskusikan kita hari ini dapat disampaikan kepada Pak Bupati. Kami siap untuk mendukung dan mengamankan pelaksanaan program ini,. Artinya, semangat kita sama, tinggal nanti apa yang menjadi kewenangan kami, akan kami sesuaikan dengan Tusi kami" kata Rion.

Siapkan Konsep Industrial Farming

Sementara itu, Pengurus Layung Farm atau Ormas Ketahanan Pangan Kubar, Agus Herawan mengatakan, pihaknya sebagai mitra telah melakukan berbagai persiapan di lapangan, mulai dari pengerahan traktor roda empat hingga tenaga kerja untuk mendukung pengembangan kawasan tersebut.

“Ini bukan hanya program jagung, tetapi industrial farming yang terintegrasi. Di dalamnya ada peternakan ayam, tanaman pangan, hortikultura hingga pengolahan hasil pertanian. Kami sudah mulai bekerja di lapangan dan siap mendukung keberhasilan program ini,” katanya.

Melalui kolaborasi berbagai pihak, pengelolaan lahan seluas 1.400 hektare tersebut diharapkan mampu membangun ekosistem pertanian dan peternakan yang terintegrasi, meningkatkan kemandirian pangan daerah, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Kubar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....