Dukung Program MBG, Layung Farm Dorong Pengembangan Ayam Petelur di Kodim 0912/KBR

  • 30 Mei 2026 07:30 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - Ormas Ketahanan Pangan Layung Farm Kutai Barat (Kubar) mendukung pengembangan budidaya ayam petelur yang tengah diuji coba oleh Kodim 0912 menggunakan kandang trowongan jaring di Kompi Produksi Kodim 0912 Kubar, Kampung Lai, Kecamatan Barong Tongkok.

Pengurus Ormas Layung Farm Kubar, Agus Herawan, mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah awal membangun model budidaya ayam petelur yang dapat dijadikan percontohan bagi masyarakat.

“Kita melakukan uji coba demplot ayam umbaran, yang mana kandangnya disiapkan oleh Kodim 0912 Kubar, kemudian ayam dan pakannya dari kami Layung Farm. Jika ini berhasil, insyaallah kami akan mendukung lebih besar lagi supaya nanti percontohan ini bisa diberikan ke masyarakat,” kata Agus Herawan, Sabtu 30 Mei 2026.

Menurutnya, selama ini Layung Farm lebih banyak memperkenalkan pola budidaya menggunakan kandang konvensional kepada para mitra. Karena itu, model umbaran yang sedang diuji coba bersama Kodim menjadi referensi baru yang dapat dikembangkan.

“Jadi masyarakat bisa memilih apakah yang dipakai umbaran atau kandang, ada referensi lah. Karena selama ini Layung Farm memberikan referensi ke mitra itu hanya pakai kandang, kami tidak punya demplot seperti ini,” ujarnya.

Agus menilai budidaya ayam petelur juga memiliki manfaat tambahan karena limbah kotoran ternak dapat dimanfaatkan sebagai pupuk untuk tanaman pangan dan hortikultura.

“Harapannya usaha ayam ini bisa maju dan memberi manfaat lain seperti pupuk kandangnya bisa dimanfaatkan juga untuk tumbuh-tumbuhan. Di sini kan ada tanaman tomat, kedelai dan lain-lain. Jadi saya pikir ini langkah awal yang baik kita lakukan bersama dengan Kodim 0912 Kubar,” ucapnya.

Lanjut Agus berharap jumlah ayam petelur yang dikelola Kodim 0912/Kubar dapat berkembang hingga ribuan ekor untuk mendukung kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Harapannya dan kami juga mendorong agar Kodim 0912 Kubar bisa memiliki ayam petelur ini 3.000 sampai 10.000 ekor. Kenapa? Ini juga bentuk dukungan kita terhadap program Makan Bergizi Gratis dari Pak Presiden,” ujarnya.

Ia menjelaskan kebutuhan telur dalam program MBG diperkirakan akan terus meningkat, sehingga diperlukan langkah persiapan sejak dini agar pasokan pangan dapat dipenuhi dari daerah sendiri.

“MBG ini membutuhkan telur dan setahu saya Kodim 0912 Kubar juga akan ada dapur MBG. Jadi kita harus mulai dari sekarang, sehingga swasembada pangan ini bukan hanya slogan tapi benar-benar kita rasakan dampaknya,” kata Agus.

Selain itu, program uji coba yang sedang berjalan ini juga diharap dapat menunjukkan hasil yang baik sehingga menjadi dasar pengembangan peternakan ayam petelur dalam skala yang lebih besar di Kubar.

“Alhamdulillah di Kompi Produksi ini, melalui demplot yang sudah ada bisa kita laksanakan program uji coba budidaya ayam petelur ini. Harapan saya mudah-mudahan ini bisa berhasil,” ucap Agus.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....