Kodim 0912/KBR dan Layung Farm Kembangkan Ayam Petelur dengan Kandang Terowongan
- 30 Mei 2026 07:29 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Kodim 0912 Kutai Barat (Kubar) mulai mengembangkan budidaya ayam petelur dengan sistem umbaran menggunakan kandang terowongan berbahan jaring kawat di Kompi Produksi Kodim 0912 Kubar, Kampung Lai, Kecamatan Barong Tongkok.
Program tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan nasional yang menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat.
Danki Kompi Produksi Kodim 0912 Kubar, Kapten Inf Rahman Sahanung, mengatakan pengembangan ayam petelur tersebut masih dalam tahap uji coba sebelum nantinya diperluas dalam skala yang lebih besar.
“Ini masih kita uji coba, kalau memang berhasil, akan kita kembangkan lagi,” kata Rahman, Sabtu 30 Mei 2026.
Menurutnya, pengembangan ayam petelur sebenarnya pernah dilakukan sebelumnya. Namun, karena berbagai keterbatasan membuat program tersebut belum berjalan maksimal.
"Sebenarnya untuk pengembangan ayam petelur ini sudah pernah kami lakukan, hanya saja belum bisa maksimal karena keterbatasan waktu dan bibit ayamnya. Kami juga masih belajar bagaimana cara membudidayakan ayam petelur ini, terlebih cuaca di tempat kita ini tidak menentu," ujarnya.
Saat ini, Kodim 0912 Kubar, baru membangun satu unit kandang berukuran 3 x 4 meter yang diisi sekitar 20 ekor ayam petelur sebagai tahap awal pengenalan pola budidaya tersebut.

Rahman menjelaskan, sistem kandang terowongan jaring kawat dipilih karena memungkinkan ayam bergerak lebih bebas tanpa merusak tanaman yang berada di sekitar area peternakan.
“Jadi sistem budidaya menggunakan kandang jaring kawat terowongan ini cukup unik dan menurut kami bagus. Sistem umbaran, tetapi kita menggunakan kawat terowongan. Ini bagus karena ayam bisa keluar kandang tetapi tidak mengganggu tanaman,” ucapnya.
Ia menambahkan, sejumlah tantangan masih dihadapi dalam pengembangan peternakan ayam petelur, terutama terkait ketersediaan pakan dan faktor cuaca yang dapat memengaruhi kesehatan ternak.
“Contoh seperti pakan, kalau kita cenderung bergantung dengan pakan industri, pasti kita kewalahan. Kemudian masalah cuaca, kalau musim hujan kadang dia bisa kena penyakit, panas pun sama, kalau terlalu panas kadang ayam bisa stres juga," kata Rahman.
Meski demikian, Kodim 0912 Kubar lanjut Rahman, telah menyiapkan lahan yang lebih luas untuk pengembangan kandang apabila hasil uji coba menunjukkan hasil yang positif.
Bekerjasama dengan Layung Farm
Dalam pelaksanaan uji coba tersebut, Kodim 0912 menggandeng Ormas Layung Farm Kubar sebagai mitra pendamping. Selain memberikan pendampingan teknis, Layung Farm juga menyediakan bibit ayam petelur beserta pakan untuk mendukung pelaksanaan demplot di Kompi Produksi tersebut.

Pengurus Ormas Layung Farm Kubar, Agus Herawan, berharap model budidaya yang sedang diuji coba dapat menjadi percontohan bagi masyarakat.
Menurutnya, jika berhasil, pola peternakan ayam petelur sistem umbaran tersebut dapat menjadi alternatif, selain sistem kandang yang selama ini lebih banyak diterapkan peternak.
"Jika ini berhasil, insyaallah kami akan mendukung lebih besar lagi, supaya nanti percontohan ini bisa diberikan ke masyarakat," kata Agus.
Agus menambahkan, selama ini Layung Farm lebih banyak memperkenalkan pola budidaya menggunakan kandang kepada para mitra-mitranya di Kabupaten Kutai Barat.
Karena itu, keberadaan demplot ayam petelur sistem umbaran tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif baru bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha peternakan ayam petelur di Bumi Tanaa Purai Ngerimaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....