Bupati: Kurban Iduladha Kutai Barat Pererat Solidaritas Antarumat

  • 28 Mei 2026 09:22 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - Perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Kabupaten Kutai Barat berlangsung lancar, mulai dari pelaksanaan salat Id hingga proses penyembelihan hewan kurban di berbagai wilayah.

Pemerintah Kabupaten Kutai Barat bersama jajaran turut mendukung keamanan dan kelancaran perayaan Iduladha tahun ini. Dalam sambutan Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, yang dibacakan Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah, Kamius Junaidi, disampaikan bahwa Iduladha bukan hanya dimaknai sebagai ibadah kurban, tetapi juga simbol pengorbanan, kepedulian sosial, dan keteguhan iman kepada Allah SWT.

Menurut Frederick Edwin, ibadah kurban mengajarkan umat untuk mengendalikan sifat egois sekaligus meningkatkan empati terhadap sesama. Pembagian daging kurban juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.

“Perayaan Hari Raya Kurban bagi umat Islam tidak hanya sebagai ibadah kurban saja, namun ini adalah simbol pengorbanan seorang hamba dan momen meningkatkan kepedulian dan keteguhan iman,” ujar Frederick Edwin dalam sambutan tertulisnya dibacakan pada Rabu 27 Mei 2026.

Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat bersama DPRD Kutai Barat menyalurkan sebanyak 77 ekor sapi kurban. Jumlah tersebut terdiri atas 53 ekor bantuan pemerintah daerah dan 24 ekor dari pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD.

Salah satu penerima bantuan hewan kurban ialah Masjid Agung Baiturrahim Barong Tongkok yang menerima satu ekor sapi kurban dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Selain bantuan hewan kurban, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat juga terus memberikan perhatian terhadap kegiatan keagamaan lainnya. Dukungan tersebut diwujudkan melalui bantuan umrah, fasilitasi keberangkatan haji, serta hibah kepada 76 rumah ibadah lintas agama yang meliputi gereja, rumah ibadah Katolik, dan masjid.

Di akhir sambutannya, Frederick Edwin mengajak seluruh umat beragama untuk terus menjaga persatuan dan kerukunan sebagai anugerah besar bagi daerah. Masyarakat juga diimbau menolak segala bentuk provokasi yang mengatasnamakan agama agar Kutai Barat tetap menjadi daerah yang aman, damai, dan harmonis di tengah keberagaman suku, agama, dan ras.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....