Sering Dilanda Banjir, Empakuq Andalkan Ternak dan Perikanan

  • 16 Mei 2026 09:48 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - Kondisi geografis Kampung Empakuq yang berada di pinggiran Sungai Mahakam membuat masyarakat setempat memilih mengembangkan sektor peternakan dan perikanan sebagai upaya mendukung ketahanan pangan.

Wilayah yang kerap terdampak banjir dinilai kurang mendukung pengembangan pertanian tanam tumbuh.

Petinggi Kampung Empakuq, Bernardus, mengatakan program ketahanan pangan tahun 2025 yang dikelola melalui Koperasi Merah Putih (KMP) difokuskan pada kegiatan ternak babi, keramba ikan nila, dan hidroponik untuk membantu meningkatkan ekonomi masyarakat.

Ia menjelaskan, bantuan ketahanan pangan tahun 2025 diberikan kepada 50 orang kelompok ternak babi, 12 kelompok keramba ikan, dan satu kelompok hidroponik.

"Harapannya program ini mampu membantu masyarakat memperoleh tambahan penghasilan sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi warga kampung," kata Bernardus, Sabtu 16 Mei 2026.

Selain menjalankan program ketahanan pangan, pemerintah kampung bersama pengurus Koperasi Desa Merah Putih juga melakukan pengawasan secara ketat terhadap kelompok penerima bantuan.

Pengawasan dilakukan untuk memastikan bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara maksimal dan berkelanjutan.

Bernardus mengatakan peninjauan kegiatan dilakukan setiap tiga bulan sekali oleh pemerintah kampung dan pengurus koperasi.

Rumah warga penerima bantuan juga telah dipasangi stiker pendataan guna mempermudah proses monitoring dan evaluasi kegiatan peternakan maupun perikanan yang dijalankan masyarakat.

“Kami bersama pengurus kopdes melakukan peninjauan kegiatan setiap tiga bulan agar program ini tetap berjalan baik,” ujarnya.

Ia menambahkan masyarakat penerima bantuan ternak babi yang telah berhasil mengembangkan usahanya diwajibkan mengembalikan satu ekor anak babi kepada koperasi desa, sementara hasil penjualan ternak dipotong sekitar 10 persen dari harga jual untuk pemasukan koperasi.

Sistem tersebut diterapkan agar program ketahanan pangan tetap berjalan dan dapat terus membantu masyarakat lainnya.

Bernardus berharap program ketahanan pangan tersebut dapat terus berlanjut meskipun anggaran tahun 2026 diperkirakan mengalami pengurangan akibat pemangkasan dana dari pemerintah pusat.

“Harapan kami masyarakat bisa mengelola bantuan ini dengan baik agar usaha ternak dan perikanan dapat terus berkelanjutan,” ucap Bernardus.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....