Perang di Timur Tengah Memanas, Dompet Rakyat Jangan Ikut Terbakar
- 12 Mar 2026 14:47 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas. Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel itu bukan hanya persoalan politik dan militer.
Dampaknya merambat hingga ke sektor ekonomi global, termasuk Indonesia. Ketika perang terjadi di wilayah yang menjadi jalur utama perdagangan energi dunia, efeknya hampir selalu sama: harga minyak naik, rantai pasok terganggu, dan ketidakpastian ekonomi meningkat.
Bagi negara seperti Indonesia yang masih bergantung pada impor energi dan bahan baku industri, gejolak tersebut bisa memicu kenaikan harga barang, menekan nilai tukar, dan pada akhirnya mempengaruhi daya beli masyarakat.
Situasi inilah yang membuat Bank Indonesia, khususnya di Jawa Tengah, mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam berbelanja. Langkah ini bukan tanpa alasan. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, menjaga stabilitas daya beli masyarakat menjadi kunci agar perekonomian daerah tetap bergerak.
Bijak dalam belanja bukan berarti berhenti berbelanja. Justru sebaliknya, masyarakat tetap perlu berbelanja untuk menjaga perputaran ekonomi, namun dengan prinsip yang lebih rasional. Utamakan kebutuhan pokok, hindari konsumsi impulsif, serta manfaatkan produk lokal yang lebih stabil dari sisi harga.
Di sisi lain, masyarakat juga perlu meningkatkan literasi keuangan. Mengelola pengeluaran, menabung, serta menyiapkan dana darurat menjadi langkah penting untuk menghadapi kemungkinan gejolak harga di masa depan.
Sementara itu, pemerintah dan otoritas ekonomi memiliki tugas menjaga inflasi tetap terkendali, memastikan pasokan barang tersedia, serta melindungi kelompok masyarakat yang paling rentan terhadap kenaikan harga.
Pada akhirnya, stabilitas ekonomi bukan hanya tugas pemerintah atau bank sentral. Ia juga ditentukan oleh perilaku konsumsi masyarakat.
Di tengah ketidakpastian global akibat konflik geopolitik, sikap yang paling bijak adalah tetap tenang, rasional dalam belanja, dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Karena dari keputusan-keputusan kecil masyarakat dalam mengatur pengeluaran, stabilitas ekonomi daerah bahkan nasional bisa tetap terjaga.
( Editorial RRI Semarang)