Bareng Mualaf, Lazis Baiturrahman Ajak Ratusan Yatim-Dhuafa Buka Puasa Bersama
- 12 Mar 2026 08:14 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Lazis Baiturrahman Semarang menggelar kegiatan berbuka puasa bersama ratusan anak yatim dan dhuafa dalam program Berbuka Puasa Bersama Yatim dan Dhuafa (Berpadhu), Rabu, 11 Maret 2026. Kegiatan yang menjadi bagian dari program Ramadan Berbagi ini juga melibatkan para mualaf dari komunitas Natasha Muallaf Learning Center.
Direktur Lazis Baiturrahman Semarang, Muhammad Nawawi, mengatakan kegiatan tersebut diikuti sekitar 300 anak yatim dan dhuafa dari berbagai wilayah di Kota Semarang. Acara ini sekaligus menjadi momentum berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan bersama para mitra, koordinator wilayah, serta sejumlah stakeholder.
“Alhamdulillah sore hari ini kita bisa berkumpul bersama para mitra, koordinator wilayah, serta berbagai stakeholder dalam kegiatan Berpadhu. Kegiatan berbuka puasa bersama yatim dan dhuafa kali ini mengangkat tema Doa Anak Salih untuk Negeri,” ujarnya.
Menurut Nawawi, kegiatan Berpadhu telah menjadi tradisi sejak Lazis Baiturrahman berdiri sebagai bentuk kepedulian terhadap anak yatim dan kaum dhuafa. “Sejak awal berdirinya Lazisba hingga sekarang, alhamdulillah setiap tahun kita tetap istiqamah menyelenggarakan kegiatan ini,” katanya.
Ia menjelaskan, total penerima manfaat dari rangkaian program Ramadan tahun ini mencapai sekitar 1.000 anak. Mereka tersebar di beberapa panti asuhan serta wilayah koordinasi Lazis Baiturrahman Semarang.
Berpadhu merupakan bagian dari beberapa program Ramadan yang dijalankan Lazis Baiturrahman. Di antaranya Kagum untuk guru mengaji, Kaldu untuk dhuafa, serta Kalam untuk anak yatim.
Dalam pelaksanaannya, Lazis Baiturrahman juga berkolaborasi dengan Kementerian Agama Kota Semarang. Kolaborasi ini juga termasuk dalam pemberian dukungan bantuan bagi para guru mengaji dan para mualaf.
Salah satu mualaf dari Natasha Muallaf Learning Center, Natalia Arwitasari, mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai memberikan manfaat besar bagi anak yatim dan dhuafa. “Jujur saya baru pertama kali hadir di sini dan ternyata acaranya sangat meriah serta membawa kebahagiaan bagi semua yang hadir,” ujarnya.
Natalia yang menjadi mualaf sejak 2017 mengaku bersyukur dapat bergabung dalam komunitas muslim yang menurutnya penuh dengan dukungan dan kebersamaan. “Semoga para donatur dan pengelola Lazisba selalu diberikan kesehatan dan keberkahan,” katanya.