Ajarkan Decoupage, Unnes Tingkatkan Kualitas Kerajinan Anyaman Bambu

  • 30 Agt 2023 20:21 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang : Dalam upaya mengembangkan potensi lokal, tim Universitas Negeri Semarang (Unnes) mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjudul "Peningkatan Kreatifitas Produk UMKM pada Kerajinan Anyaman Bambu di Desa Tawang melalui Teknik Decoupage". Acara yang berlangsung selama satu hari ini hasil kerja sama dari tim pengabdian masyarakat yang diketuai Roudlotus Sholikhah SPd MPd.

Sebagaimana diketahui, Decoupage adalah seni menghias benda atau media dengan cara menempelkan potongan-potongan kertas atau kain ke permukaan benda tersebut. "Teknik decoupage yang mengombinasikan seni dekoratif dengan kreativitas ini telah diterapkan pada kerajinan gerabah serta anyaman bambu, yang menjadi ciri khas unik Desa Tawang," jelas Ikha, sapaan akrab Roudlotus Sholikhah.

Melalui pelatihan ini, ia berharap, warga desa diajarkan tentang cara-cara mengaplikasikan teknik ini pada produk-produk kerajinan, dengan fokus pada penggunaan motif dan desain yang menarik. Apalagi, anyaman bambu merupakan salah satu keunggulan utama dari Desa Tawang.

Pemberian materi pelatihan Decoupage anyaman bambu oleh Roudlotus Sholikhah SPd MPd.


Menurut Ikha, pelatihan ini bertujuan untuk menjadikan kerajinan lebih menarik dan multifungsi. Dengan mengaplikasikan teknik decoupage, produk anyaman bambu dapat diubah menjadi karya seni yang lebih moderen dan sesuai dengan tren pasar saat ini.

Selain meningkatkan nilai jual, penerapan teknik ini juga membuka peluang untuk menciptakan variasi produk yang lebih beragam. Dijelaskannya, bambu merupakan harta karun alam yang melimpah di sekitar desa tawang.

"Bersama tim, kami berusaha untuk menggabungkan keunikan anyaman bambu dengan sentuhan seni melalui teknik decoupage ini. Kami berharap, teknik ini dapat membantu warga desa menghasilkan kerajinan yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki nilai lebih dalam pasar kerajinan," ungkapnya.

Selain Ikha, anggota tim pengabdian ialah Dra Widowati MPd, Atika MPd, dan Godham Eko Saputro SSn MDs. Tim pengabdian juga melibatkan satu tenaga kependidikan (tendik) dan tiga mahasiswa.

Peserta pelatihan mempraktikan Decoupage anyaman bambu.


Godham berharap, hasil pelatihan ini akan semakin mengangkat citra Desa Tawang sebagai pusat kerajinan yang kreatif dan inovatif. Dengan penerapan teknik decoupage pada anyaman bambu, desa ini membuktikan mampu menggabungkan warisan budaya dengan sentuhan moderen, hingga menghasilkan karya seni luar biasa.

"Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi ekonomi desa, serta mendorong semangat kolaborasi dan pembelajaran berkelanjutan di kalangan masyarakat setempat," ujarnya.

Menurut dia, timnya juga mulai mengajarkan teknik photography sederhana, sekaligus mulai memasarkan produknya lewat digital marketing. Partisipan pelatihan tampak antusias mengikuti pelatihan tersebut.

Dengan pengetahuan baru, mereka kini punya keterampilan yang dapat diterapkan untuk membuat produk kerajinan tradisional. Sentuhan segar dalam upaya mengangkat kualitas kerajina ini harapannya dapat meningkatkan daya tarik produk-produk tersebut di pasaran.


Rekomendasi Berita