Tracer Study Tingkatkan Daya Saing Lulusan Perguruan Tinggi
- 27 Nov 2025 13:32 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Kampus Universitas Persatuan Guru Republik Indoensia Semarang (UPGRIS) menjadi tempat pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tracer Study Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi(LLDIKTI) Wilayah VI, Kamis (27/11/2025). Bimtek tersebut ditujukan agar perguruan tinggi terus beradaptasi, berinovasi, dan meningkatkan daya saing terhadap para lulusan.
Rektor UPGRIS, Dr Sri Suciati MHum dalam sambutannya menyampaikan, melalui Tracer Study, kampus akan mendapatkan umpan balik dan penghargaan dari para alumni karena pernah menimba ilmu di perguruan tinggi. Maka, nama kampus akan terus melekat pada lulusan ketika mereka berkiprah di dunia kerja.
“Satu kehormatan Universitas PGRI Semarang menjadi tempat penyelenggaraan acara yang sangat penting bagi kemajuan perguruan tinggi. Tracer Study adalah instrumen kunci dalam evaluasi mutu pendidikan perguruan tinggi,” katanya.
Ia menambahkan, Tracer Study juga menjadi dasar yang kuat dalam pemenuhan indikator kinerja utama(IKU), utamanya di IKU 1. “Alhamdulillah Universitas PGRI Semarang tahun tahun 2024 mendapatkan silver Winner untuk kategority IKU 1 dari Kemenditi Saintek,” ucapnya.

Sementara, Kepala LLDIKTI Wilayah VI, Prof Dr Aisyah Endah Palupi MPd mengatakan, Tracer Study untuk melacak keberhasilan dan perkembangan terhadap alumni dan lulusan. Kegiatan ini untuk melihat keberhasilan sebuah penyelenggara pendidikan tinggi terhadap para lulusan.
“Tracer Study hari ini tujuannya melihat proses pendidikan berupa evaluasi proses pembelajaran dan kontribusi pendidikan tinggi terhadap pemerolehan kompetensi. Outputnya berupa penilaian terhadap penguasaan dan pemerolehan kompetensi, serta manfaat pendidikan dalam bentuk transisi dari dunia pendidikan tinggi ke dunia usaha, industri dan dunia kerja,” katanya.
Berdasarkan data 2023, lanjut dia, IKU 1 Perguruan Tinggi di lingkungan LLDIKTI Wilayah 6, Jawa Tengah, jumlah alumni tahun 2022 yang mengisi Tracer Study baru sebanyak 24.908 orang. Dari data tersebut, kategori bekerja ada 72,1 persen atau sekitar 79.975, melanjutkan studi ada 6,4 persen sekitar 1.581 lulusan dan belum bekerja ada 21,5 persen atau sekitar 5.352 orang.
“Hal inilah yang menjadi penting untuk dilakukan Bimtek Tracer Study ini. Berdasarkan data dari IKU, ada yang tidak mengisi karena ada beberapa kendala yang dihadapi,” ungkapnya.
Bimtek Tracer Study ini diharapkan dapat mengatasi beberapa kendala tersebut. LLDIKTI Wilayah 6, Jawa Tengah sebagai kepanjangan dari Kemedikti Saintek ingin mengetahui dan menelusuri para lulusan.
“Mahasiswa yang sudah menjadi alumni, apakah semuanya terserap di dalam dunia kerja. Kami juga melakukan kolaborasi dengan dunia industri untuk mewadahi para lulusan,” ujarnya.