Mengenal Padel, Olahraga yang Kembali Viral
- 05 Jun 2025 08:39 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Olahraga padel merupakan salah satu cabang olahraga yang akhir-akhir ini naik daun, baik di dunia maupun di Indonesia. Padel adalah olahraga raket yang dimainkan dua pasangan di lapangan yang cukup tertutup dengan menggunakan bola.
Sekilas, padel terlihat seperti perpaduan antara olahraga tenis lapangan dan squash. Oleh karenanya, mulai dari aturan dan alat yang digunakan juga sangat mirip.
Berdasarkan sejarahnya, padel pertama kali dimainkan pada tahun 1969 di Acapulco, Meksiko, oleh seseorang bernama Enrique Corcuera. Awalnya, Enrique bermain-main dengan menggabungkan permainan squash dan memasukkan beberapa aturan tenis di lapangan rumahnya.
Setelahnya, lahirlah sebuah olahraga bernama Paddle Corcuera. Pada tahap uji coba, Enrique mulai mengajak teman-temannya untuk olahraga bernama padel ini.
Salah satu teman Enrique, Alfonso, kemudian membawa olahraga ini ke negara asalnya yakni Spanyol. Di sana, ternyata padel menjadi salah satu olahraga paling popular dan semakin menyebar di penjuru dunia.
Olahraga ini semakin popular dan pada tahun 1991 didirikanlah Federation International de Paddle (FIP) di Spanyol. Federasi ini kemudian membuat padel yang awalnya untuk rekreasi berubah menjadi olahraga professional dan memiliki kejuaraan tersendiri.
Berdasarkan aturannya, lapangan olahraga padel sedikit lebih kecil dari lapangan tenis, yakni berukuran 10 x 20 meter. Bahkan, untuk permainan tunggal, hanya dibutuhkan lapangan berukuran 6 x 20 meter.
Lapangan padel dikelilingi tembok yang tingginya bervariasi agar bola bisa memantul seperti pada permainan squash. Pemain akan dipisahkan dengan net setinggi 88 cm di bagian Tengah.
Raket padel berukuran sedikit lebih besar dari bet tenis meja, namun memiliki lubang kecil di bagian permukaannya. Bola yang digunakan pada padel juga mirip dengan bola tenis.
Pemain harus menggunakan raket untuk mengembalikan bola ke arah area lawan, dengan cara tidak boleh memantulkan bola sebanyak dua kali di lapangan sendiri. Permainan ini menggunakan sistem score yang mirip dengan tenis, yakni 0-15-30. (Michelle Sabda)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....