Melaju Tanpa Batas, Mimpi Besar Atlet Difabel Kota Semarang

  • 25 Feb 2026 10:06 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang- Di sebuah sudut GOR Kota Semarang, suasana sore terasa berbeda. Deru kursi roda yang melaju cepat, suara napas yang diatur dalam ritme latihan, hingga hentakan kaki di lintasan, seakan menjadi melodi khas yang hanya dimiliki para atlet difabel.

Mereka tak sekadar berlatih, mereka sedang menantang batas, menyusun mimpi, dan memperkuat keyakinan bahwa prestasi tak pernah mengenal keterbatasan. Di balik kesungguhan itu, berdiri sosok-sosok yang terus menjaga nyala semangat mereka.

Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Semarang, Nur Sholikin, menceritakan bagaimana pembinaan atlet kini dirancang lebih terstruktur dari tahun ke tahun. Ia melihat perkembangan para atlet tidak hanya dari medali, tetapi juga dari kedisiplinan dan keberanian mereka menghadapi setiap sesi latihan.

Menurutnya, pola pembinaan yang berkelanjutan membuat kemampuan atlet semakin stabil. Bahkan, prestasi mereka menonjol di berbagai kejuaraan tingkat provinsi hingga nasional.

"Melihat dari perkembangan atlet dalam event-event baik daerah, nasional, maupun Internasional, Kota Semarang cukup diperhitungkan. Ini terbukti dengan preastasi, baik emas, perak, dan erunggu,, tapi prestasi bukan hanya soal itu, tapi soal semangat para atlet," ujarnya.

Ruang latihan bukan sekadar tempat berkeringat. Di sanalah para atlet belajar membaca tubuh mereka, memahami teknik, dan membangun mental juara.

NPCI Kota Semarang memastikan mereka tidak berjalan sendiri. Fasilitas, pelatih, hingga pendampingan teknis dihadirkan agar setiap atlet merasa dihargai dan dipercaya.

Dalam suasana seperti itu, banyak bakat baru muncul bakat yang awalnya ragu, lalu pelan-pelan menemukan keberanian untuk tampil. Di luar arena latihan, dukungan lain datang dari pemerintah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Semarang, Fravarta Sadman, menyampaikan, komitmen pemerintah tidak berhenti pada pemberian fasilitas saja. Pemerintah hadir untuk memastikan setiap atlet yang mewakili Kota Semarang mendapatkan apresiasi yang layak.

Ia melihat grafik prestasi NPCI terus bergerak naik. “Itu terjadi baik di tingkat pelajar maupun yang lebih tinggi jenjangnya," jelasnya.

Di antara kerja keras itu, terdapat cerita-cerita kecil yang jarang terdengar. Tentang atlet yang harus menempuh perjalanan panjang dari rumahnya, tapi tetap datang paling awal.

Tentang mereka yang tak pernah absen, meskipun kondisi fisik sedang tidak sempurna. Tentang kebanggaan saat bendera merah putih dikibarkan untuk nama Kota Semarang, meski perjuangannya tidak selalu mudah.

Kini, NPCI Kota Semarang menatap masa depan dengan optimisme. Pembinaan yang semakin rapi, sumber daya yang terus diperkuat, serta dukungan pemerintah yang konsisten, menjadi kombinasi penting bagi lahirnya prestasi baru.

Mereka percaya, para atlet difabel ini tidak hanya mampu mencatatkan kemenangan, tetapi juga menginspirasi masyarakat.

Para atlet menunjukkan, keterbatasan bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan yang luar biasa. Dengan modal semangat dan keberanian yang tak pernah padam, mereka siap membawa nama Kota Semarang melaju lebih jauh ke panggung nasional, bahkan internasional.

Rekomendasi Berita