Kho Gunarto, Merawat Prestasi Judo Lewat Latihan Inklusif
- 19 Jan 2026 08:37 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang — Di atas matras latihan Adijaya Judo Club, Semarang, suara langkah kaki dan bantingan tubuh terdengar berulang. Di tengah aktivitas itu, Kho Gunarto berdiri tenang, mengamati setiap gerakan atletnya satu per satu.
Kho Gunarto bukan sekadar melatih teknik judo. Pria yang akrab disapa sensei ini membangun ruang latihan yang inklusif, tempat atlet reguler berlatih berdampingan dengan atlet berkebutuhan khusus tanpa sekat dan perlakuan berbeda.
Sejumlah atlet yang tergabung dalam National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) menunjukkan ketekunan tinggi selama proses latihan. Menurut Kho Gunarto, semangat belajar, disiplin, dan kesungguhan mereka justru menjadi energi positif bagi seluruh anggota klub.

Setiap kejuaraan yang diikuti selalu dijadikan bahan evaluasi bersama. Ia mengajak atlet duduk dan membahas teknik, strategi pertandingan, hingga kesiapan mental agar setiap kekurangan dapat diperbaiki secara bertahap dan terarah.
Pendekatan komunikasi yang terbuka menjadi kunci dalam proses pembinaan. “Sikap atlet yang kooperatif membuat latihan berjalan lebih efektif, sekaligus menumbuhkan rasa saling percaya antara pelatih dan atlet,” ujar saat ditemui di Adijaya Judo Club.
Bagi Kho Gunarto, prestasi bukan satu-satunya tujuan dalam dunia olahraga. “Saya ingin memastikan setiap atlet merasa diterima, didengar, dan didampingi dalam setiap proses latihan dan kompetisi,” ucapnya.
Melalui pembinaan yang konsisten dan inklusif, Adijaya Judo Club menargetkan peningkatan prestasi di level yang lebih tinggi. Di balik capaian tersebut, peran pelatih menjadi penggerak utama yang bekerja dalam senyap, menanamkan nilai disiplin, kesetaraan, dan semangat pantang menyerah.