THR dan Zakat Picu Geliat Ekonomi selama Ramadan
- 06 Mar 2026 13:44 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Menjelang Idulfitri 2026, aktivitas ekonomi masyarakat mulai mengalami peningkatan. Salah satu faktor yang mendorong perputaran ekonomi tersebut adalah pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) serta meningkatnya penyaluran zakat selama bulan Ramadan.
Ekonom Universitas Muhammadiyah Semarang(Unimus), Dr. Hardiwinoto, M.Si., mengatakan, kenaikan harga menjelang hari raya merupakan hal yang lumrah terjadi. Menurutnya, selama kenaikan tersebut tidak berlangsung tajam, kondisi itu masih tergolong wajar karena dipicu oleh meningkatnya permintaan masyarakat.
“Yang penting tidak naik tajam. Hal itu bisa saja terjadi karena THR sudah keluar, atau berbagai pengeluaran tambahan yang biasanya muncul saat Ramadan dan menjelang Idul Fitri,” katanya dalam wawancara bersama RRI, Jumat, 6 Maret 2026.
Ia menjelaskan, pencairan THR membuat daya beli masyarakat meningkat dalam waktu yang relatif singkat. Kondisi ini mendorong masyarakat untuk lebih aktif berbelanja berbagai kebutuhan, mulai dari kebutuhan pokok hingga keperluan hari raya.
Selain THR, meningkatnya aktivitas zakat, infak, dan sedekah juga turut berkontribusi dalam memperkuat perputaran ekonomi. Dana yang sebelumnya tersimpan atau tidak digunakan dalam waktu lama akhirnya kembali beredar di tengah masyarakat.
Menurut Hardiwinoto, Ramadan menjadi momentum penting untuk menggerakkan ekonomi karena adanya kesadaran sosial yang meningkat. Banyak masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih memilih menyalurkan sebagian hartanya melalui zakat maupun sedekah.
“Selama satu tahun mungkin ada uang yang menganggur atau aset yang tidak dimanfaatkan. Pada bulan Ramadan, melalui zakat, infak, dan sedekah, dana tersebut akhirnya bisa dimanfaatkan untuk membantu masyarakat sekaligus mendorong perputaran ekonomi,” ujarnya. (ARITSU)