Inflasi Februari Meningkat, Lampu Kuning Ekonomi Jateng
- 04 Mar 2026 14:54 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah mencatat inflasi tahunan di Jawa Tengah pada Februari 2026 mencapai 4,43 persen. Angka tersebut mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya dan menjadi lampu kuning perekonomian di Jawa Tengah.
Pengamat ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Semarang, Dr. Vitradesie Noekent, S.E., M.M., CIQaR, menilai capaian inflasi di atas 4 persen sudah menjadi sinyal kewaspadaan. Menurutnya, meski masih dalam kategori relatif terkendali, angka tersebut tidak bisa dianggap sepele.
“Kalau kita melihat data terbaru, memang baru saja dilakukan rapat koordinasi inflasi oleh BPS yang memperlihatkan adanya kenaikan indeks, terutama pada beberapa kota besar di Jawa dan Sumatera untuk komoditas beras dan minyak goreng. Untuk angka di 4 persen ini menurut kami sudah menjadi rambu-rambu atau lampu kuning,” ujarnya saat diwawancarai RRI, Rabu, 4 Maret 2026.
Kenaikan inflasi ini dipicu oleh peningkatan harga sejumlah komoditas utama, terutama beras dan minyak goreng. Beberapa kota besar di Pulau Jawa dan Sumatera tercatat mengalami kenaikan indeks harga yang cukup signifikan pada komoditas tersebut.
Ia menambahkan, kondisi ini perlu diantisipasi sejak dini agar tidak berkembang menjadi tekanan inflasi yang lebih tinggi. Terlebih, dalam waktu dekat permintaan masyarakat terhadap berbagai komoditas berpotensi meningkat.
Selain faktor domestik, situasi geopolitik internasional juga dinilai berpengaruh terhadap dinamika inflasi. Ketegangan global yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dunia, yang pada akhirnya berdampak pada biaya distribusi dan harga barang di dalam negeri.
“Setiap kenaikan harga minyak dunia tentu akan berdampak pada inflasi. Jadi angka 4 persen ini sebenarnya cukup mengkhawatirkan, apalagi kita sedang menghadapi situasi global yang ekstraordinary,” jelasnya.
Dr. Vitradesie menekankan pentingnya langkah antisipatif dari pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan pasokan komoditas strategis. Ia mengingatkan bahwa kewaspadaan dan pengendalian inflasi perlu diperkuat agar daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah tekanan global. (ARITSU)