Perkuat Infrastruktur Digital, INDODAX Tingkatkan Investasi Keamanan Siber

  • 04 Mar 2026 10:36 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang : Industri aset kripto di Indonesia dinilai telah mencapai titik pendewasaan setelah satu dekade tumbuh signifikan. Saat ini, fokus industri tidak lagi sekadar mengejar volume transaksi dan jumlah pengguna, melainkan bergeser pada penguatan tata kelola, literasi, serta perlindungan konsumen yang berkelanjutan.

Transformasi industri ini menjadi poin utama dalam perayaan HUT ke-12 INDODAX bertajuk “Indodax 12th Years Anniversary: On Chain, Forever Forward”. Momentum tersebut dimanfaatkan sebagai ruang dialog antara regulator dan pelaku industri untuk merumuskan arah masa depan ekosistem digital nasional.

CEO INDODAX, William Sutanto menegaskan bahwa industri kripto saat ini berada dalam periode konsolidasi. Dalam rilisnya Selasa 4 Maret 2026 Ia menekankan perlunya pendekatan struktural demi menjaga stabilitas pasar di masa mendatang.

“Memasuki tahun ke-12, kami melihat industri kripto Indonesia mulai memasuki fase konsolidasi dan pendewasaan. Tantangannya bukan lagi soal membangun awareness, tetapi bagaimana membangun kepercayaan jangka panjang melalui tata kelola yang kuat, edukasi berkelanjutan, serta kolaborasi erat dengan regulator dan komunitas,” ujar William.

Menurut William, aspek keamanan dan transparansi kini menjadi variabel paling krusial bagi para penyedia platform. Hal ini diperlukan untuk memastikan ekosistem kripto dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional secara aman.

“Tahun ini kami memprioritaskan penguatan keamanan dengan meningkatkan investasi pada IT security dengan menaikkan standar transparansi, salah satunya melalui publikasi Proof of Reserves," tuturnya merinci strategi prioritas perusahaan.

Kebijakan publikasi bukti cadangan aset atau Proof of Reserves tersebut dipandang sebagai standar baru dalam industri. Langkah ini diambil untuk memberikan jaminan keamanan bagi para investor di tengah fluktuasi pasar yang dinamis.

“Langkah ini kami lakukan untuk memastikan kepercayaan publik tetap terjaga dalam berbagai siklus pasar. Sehingga member dapat bertransaksi dengan aman, nyaman, dan berkelanjutan,” tambahnya menekankan komitmen layanan.

Isu keberlanjutan industri ini turut dibahas secara mendalam dalam sesi panel diskusi “The Future of Crypto”. Forum tersebut menghadirkan perspektif dari Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, serta CEO Malaka sekaligus konten kreator, Ferry Irwandi, untuk membedah tantangan regulasi ke depan.

Rekomendasi Berita