Peluang Usaha Bubur Sumsum Biji Salak dalam Cup

  • 10 Mar 2026 10:55 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Bubur sumsum dan biji salak adalah dua sajian tradisional yang sudah melekat di masyarakat Indonesia. Perpaduan bubur sumsum yang lembut dengan biji salak kenyal serta kuah gula merah yang manis legit menjadikannya favorit untuk berbagai suasana.

Bubur ini biasanya ramai saat Ramadan untuk menu takjil. Kini, dengan kemasan cup yang praktis dan higienis, peluang usaha bubur sumsum biji salak semakin terbuka lebar.

Bubur sumsum biji salak disukai berbagai kalangan, dari anak-anak hingga orang tua. Cita rasanya yang familiar membuat produk ini mudah diterima pasar.

Kemasan cup juga membuatnya cocok dijual di:

  • Sekolah dan kampus
  • Area perkantoran
  • Pasar tradisional
  • Event atau bazar kuliner
  • Layanan pesan antar online

Bahan utama seperti tepung beras, santan, ubi jalar (untuk biji salak), gula merah, dan daun pandan mudah ditemukan dengan harga relatif stabil. Ini membuat margin keuntungan cukup menarik, terutama jika produksi dilakukan dalam skala rumahan.

Menggunakan cup plastik food grade dengan tutup membuat tampilannya praktis dan higienis. Lebih mudah dibawa, tidak mudah tumpah, terlihat modern, serta mudah diberi label merek.

Usaha ini fleksibel dijalankan dengan berbagai model, seperti pre-order harian, titip jual di warung atau kantin, maupun sistem reseller. Dengan sistem pre-order, risiko makanan tidak terjual bisa ditekan.

Agar tidak monoton, Anda bisa berkreasi dengan bubur sumsum biji salak topping keju parut, tambahan mutiara atau pacar cina, ataupun kuah gula aren premium. Inovasi ini membantu menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan daya saing.

Harga bisa disesuaikan dengan ukuran cup. Dengan kontrol biaya yang baik, keuntungan per cup tetap menarik meskipun dijual dengan harga terjangkau.

Promosi bisa dilakukan melalui WhatsApp status, Instagram, dan Facebook Marketplace. Testimoni pelanggan juga sangat membantu meningkatkan kepercayaan calon pembeli.

Rekomendasi Berita