Waspada Pohon Tumbang: Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya
- 07 Mar 2026 16:10 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Ancaman pohon tumbang menjadi perhatian serius, terutama saat memasuki musim penghujan yang disertai angin kencang. Pohon yang terlihat kokoh dari luar belum tentu memiliki akar yang kuat atau batang yang sehat.
Insiden pohon tumbang tidak hanya berisiko menghambat mobilitas warga namun juga bisa mengancam keselamatan nyawa manusia di sekitarnya. Langkah awal dalam pencegahan adalah melakukan deteksi terhadap kesehatan pohon.
Perhatikan tanda-tanda fisik seperti batang yang mulai miring secara ekstrem, adanya keretakan pada batang utama, atau lubang besar di pangkal batang. Selain itu, periksa apakah ada jamur yang tumbuh di sekitar akar atau batang bawah, karena hal ini sering kali menandakan bahwa sistem perakaran pohon sudah melemah atau mati.
Pemangkasan dahan dan ranting secara berkala atau yang dikenal dengan istilah topping dan pruning, sangat krusial untuk mengurangi beban pohon. Dengan memangkas bagian atas yang terlalu rimbun, daya hambat pohon terhadap angin akan berkurang, sehingga risiko tumbang saat terjadi badai dapat diminimalisir.
Selanjutnya kesehatan akar juga harus diperhatikan, akar sangat bergantung pada kondisi lingkungan di sekitar area tanam. Hindari menutup seluruh area di bawah tajuk pohon dengan aspal atau semen tanpa menyisakan ruang resapan air yang cukup.
Akar yang tercekik oleh beton tidak akan mendapatkan oksigen dan nutrisi yang cukup, sehingga kekuatannya dalam mencengkeram tanah akan berkurang drastis seiring berjalannya waktu.
Bagi pengelola fasilitas umum atau pemilik lahan luas, melakukan audit pohomn secara profesional adalah investasi keamanan yang bijak.
Ahli arborist dapat membantu menilai stabilitas pohon menggunakan teknologi sensor atau sekadar pengamatan ahli untuk menentukan kesehatan pohon. Pencegahan jauh lebih murah dan aman dibandingkan menangani dampak pasca-kejadian.