Penumpang di Bandara Ahmad Yani Diprediksi Naik 5 Persen Selama Lebaran 2026
- 13 Mar 2026 14:31 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang melaksanakan apel pembukaan Posko Angkutan Udara Lebaran 2026 di area posko bandara pada Jumat 13 Maret 2026. Langkah ini merupakan strategi untuk memastikan kelancaran operasional transportasi udara selama masa mudik dan balik.
General Manager Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto memprediksi adanya peningkatan aktivitas yang cukup signifikan selama masa posko berlangsung. Jumlah pergerakan penumpang diprediksi mencapai 154.613 orang atau mengalami kenaikan sebesar 5 persen dibandingkan periode Lebaran 2025.
“Peningkatan juga diperkirakan terjadi pada sisi udara (airside). Pergerakan pesawat pada periode Angkutan Udara Lebaran 2026 diprediksi mencapai 1.173 pergerakan, meningkat sebesar 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya
Terkait jadwal keberangkatan dan kedatangan, manajemen bandara telah memetakan periode tersibuk. Puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada 19 Maret 2026 dengan prediksi mencapai 10.445 penumpang dalam satu hari.
Sementara itu, puncak arus balik diprediksi akan terjadi pada 28 Maret 2026. Pada tanggal tersebut, jumlah penumpang diperkirakan menyentuh angka 11.480 orang yang melalui Bandara Ahmad Yani.
Sulistyo Yulianto juga menyampaikan informasi adanya antisipasi lonjakan penumpang yang dilaksanakan melalui penambahan penerbangan (extra flight). Hal ini dilakukan berdasarkan data extra flight yang sudah diterima oleh pihak manajemen bandara.
Berdasarkan data hingga Kamis 12 Maret 2026, total extra flight untuk periode Angkutan Lebaran 2026 adalah sejumlah 78 penerbangan. Jumlah tersebut terdiri dari 39 flight kedatangan (arrival) dan 39 flight keberangkatan (departure) yang dioperasikan oleh maskapai Garuda dan Batik Air.
Ia juga menyampaika koordinasi lintas instansi menjadi kunci utama dalam pelayanan tahun ini. Pihaknya memastikan kesiapan fasilitas dan personel di lapangan.
“Kami melakukan pemantauan aktivitas pelayanan dan data trafik secara real-time di posko, dengan melibatkan berbagai stakeholder antara lain maskapai penerbangan, TNI, Polri, Basarnas, BMKG, Perum LPPNPI (Airnav Indonesia), serta sejumlah instansi pendukung lainnya,” ujarnya.